Berita

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Selenggarakan Propesa 2025 bagi 84 Calon Mahasiswa Baru

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menyelenggarakan kegiatan PROPESA (Pengenalan Program Studi dan Almamater) bagi 84 calon mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 pada Jumat (29/8). Para dosen dan jajaran pimpinan menghadiri acara yang berlangsung di Aula Gedung A Kampus IAN. Kegiatan ini menjadi titik awal perjalanan akademik para calon mahasiswa baru sekaligus sarana memperkenalkan nilai-nilai, budaya, serta visi-misi kampus kepada mahasiswa baru. Ketua Panitia Propesa Rizki Darmansyah mengawali acara dengan menyampaikan dalam sambutannya rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya acara ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran 84 calon mahasiswa baru merupakan sebuah amanah dan kebanggaan bagi Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi. “Kami sangat mengapresiasi antusiasme para Camaba yang hadir dengan semangat tinggi. Propesa ini bukan hanya sekadar kegiatan ospek, melainkan wadah untuk menanamkan nilai-nilai kampus yang akan menjadi dasar kehidupan mahasiswa di masa depan. Dukungan para dosen dan pimpinan kampus juga menjadi penyemangat bagi terselenggaranya acara ini,” ungkap Rizki. Sementara itu, Ketua BEM IAN, Ayu Fitri Hartanti, menekankan pentingnya menyadari kesempatan berharga yang dimiliki oleh setiap mahasiswa. “Menjadi mahasiswa adalah sebuah privilage yang tidak semua orang miliki. Di sinilah ruang untuk mengembangkan diri, menuntut ilmu, dan memperjuangkan cita-cita. Gunakan masa perkuliahan sebaik mungkin untuk membekali diri, karena kelak kalianlah yang akan menjadi pemimpin dan agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya dengan penuh semangat. Sambutan utama disampaikan oleh Rektor IAN Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., yang menegaskan bahwa sejak hari ini para calon mahasiswa baru telah resmi menyandang gelar mahasiswa. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya tanggung jawab besar yang melekat pada status mahasiswa. “Sejak hari ini, kalian sudah berhak menyandang gelar Mahasiswa. Artinya, kalian juga berkewajiban menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Lebih dari itu, sebagai Agent Of Change, mahasiswa dituntut untuk membawa perubahan inovatif dan positif bagi bangsa dan masyarakat”, ujarnya Propesa bukan hanya sekadar seremonial penyambutan, melainkan juga tempat untuk menanamkan nilai-nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab. Dengan bekal tersebut, diharapkan mahasiswa baru dapat menjalani proses pendidikan tinggi dengan semangat dan kesadaran penuh akan peran strategisnya di masa depan. Kehadiran 84 Camaba menandai bertambahnya keluarga besar Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi yang siap mengabdi, menuntut ilmu, dan berkontribusi dalam pengembangan masyarakat. Dengan semangat Propesa, para mahasiswa baru diharapkan tumbuh menjadi generasi akademis yang kritis, religius, dan mampu menjadi motor penggerak perubahan menuju arah yang lebih baik.

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Selenggarakan Propesa 2025 bagi 84 Calon Mahasiswa Baru Read More »

Mahasiswa Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Tembus Panggung Da’i Muda Nasional

Mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Attaqwa KH. Noer Alie (IAN) Bekasi, Muhammad Bilal Mayada Aslam berhasil menjadi salah satu dari 200 Da’i muda terbaik Indonesia dalam Program Pembibitan Calon Dai Muda 2025. Ia berhasil lolos dalam pelatihan bentukan Kementerian Agama Republik Indonesia. Program ini merupakan gerakan strategis untuk menyiapkan Da’i muda berwawasan wasathiyah—Islam moderat yang menyeimbangkan nilai agama dan realitas sosial. Dengan mengusung tema “Membangun Ekonomi Umat”, para dai muda didorong tak hanya pandai berceramah, tetapi juga bisa menggerakkan roda ekonomi syariah. UMKM halal, koperasi masjid, dan ekosistem bisnis berbasis nilai Islam menjadi bagian penting dari strategi dakwah baru. Para peserta akan dilatih keras keterampilan komunikasi publik, strategi dakwah digital, hingga kemampuan membaca konteks sosial. Tidak hanya berbicara di mimbar, namun juga dapat merespons isu-isu mengenai keagamaan, toleransi, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Bilal sendiri menyambut kesempatan ini dengan rendah hati. “Kesempatan ini saya pandang sebagai amanah besar. Saya ingin menjadi bagian dari dakwah yang mencerahkan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan membawa Islam yang ramah, bukan marah”, ujarnya. Menurutnya, dakwah tidak cukup dengan menyampaikan ayat dan hadis. Generasi muda membutuhkan bahasa yang bisa dipahami, metode yang relevan, dan teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Bilal, perjalanan ini adalah awal mimpi besarnya, dari lorong pesantren di Bogor hingga panggung nasional di Jakarta. Ia kini membawa nama Bekasi menuju gelanggang dakwah Indonesia.

Mahasiswa Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Tembus Panggung Da’i Muda Nasional Read More »

Sidang Munaqosah Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi: Validasi Ilmiah dan Penentu Kelulusan Akademik

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menggelar kegiatan sidang munaqosah skripsi bagi mahasiswa semester 8, pada Kamis (17/7). Sidang munaqosah dibuka secara resmi dengan apel pagi di halaman kampus IAN dengan dihadiri oleh Rektor, para dosen penguji, pembimbing skripsi, serta seluruh peserta sidang. Dalam sambutannya, Rektor IAN, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menekankan pentingnya sidang munaqosah sebagai bentuk validasi terhadap kualitas dan orisinalitas penelitian mahasiswa. “Sidang munaqosah bukan sekadar formalitas, melainkan ujian yang menentukan kelulusan. Mahasiswa diuji kemampuannya dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya, menjelaskan temuan-temuannya secara ilmiah, serta menunjukkan kedewasaan berpikir sebagai calon sarjana,” ungkap Rektor Saiful. Sebanyak 31 mahasiswa dari prodi PAI dan KPI mengikuti sidang munaqosah dengan mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dosen penguji. Para mahasiswa diuji tidak hanya dari sisi substansi penulisan ilmiah, tetapi juga kemampuan berkomunikasi ilmiah, argumentasi logis, dan pemahaman mendalam terhadap topik yang diangkat. Penguasaan terhadap data, metode penelitian, serta relevansi teoritik menjadi aspek-aspek penting dalam penilaian sidang. Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., juga berharap hasil penelitian mahasiswa dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi karya ilmiah yang layak dipublikasikan atau dijadikan dasar pengabdian masyarakat. Dengan terselenggaranya sidang munaqosah ini, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi terus berkomitmen dalam menjaga mutu akademik, mendorong budaya riset di kalangan mahasiswa, serta mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Foto: Zaenal

Sidang Munaqosah Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi: Validasi Ilmiah dan Penentu Kelulusan Akademik Read More »

Penutupan KKN Mahasiswa Semester 6 IAN di Desa Segarajaya: Wujud Sinergi Kampus dan Masyarakat

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi resmi menutup kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa semester 6 di aula kantor Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, pada Senin (30/6). Acara ini dihadiri oleh para dosen pembimbing KKN, civitas akademika IAN, jajaran pimpinan lembaga, serta para perangkat dan administrator Desa Segarajaya. Sekretaris Desa Segarajaya Mahbub, mengawali acara tersebut dengan sambutannya yang mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasih karena telah memilih Desa Segarajaya sebagai lokasi pelaksanaan KKN. “Kami merasa terbantu dengan kehadiran para mahasiswa IAN. Selama beberapa minggu terakhir, mereka telah banyak berkontribusi dalam mendukung program-program pemberdayaan dan pengembangan desa,” ujar Mahbub. Sementara itu, Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan KKN sebagai bagian integral dari proses pembelajaran mahasiswa. Ia menegaskan bahwa hasil dari pelaksanaan KKN ini akan menjadi bagian dari penilaian akademik mahasiswa di semester 6, karena bobot kegiatan ini setara dengan 3 SKS. “KKN bukan hanya sekadar kewajiban akademik, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif bagi warga Desa Segarajaya,” tutur Rektor Saiful. Penutupan KKN ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang telah berlangsung selama satu bulan. Berbagai program kerja telah berhasil dilaksanakan, mulai dari penyuluhan keagamaan, kegiatan edukasi anak-anak, pendampingan UMKM, hingga program kebersihan lingkungan. Dengan berakhirnya kegiatan ini, IAN sebagai lembaga perguruan tinggi sangat berharap sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dapat terus terjalin, serta menjadi inspirasi bagi pengembangan program-program pengabdian selanjutnya di masa mendatang. Foto: Zaenal

Penutupan KKN Mahasiswa Semester 6 IAN di Desa Segarajaya: Wujud Sinergi Kampus dan Masyarakat Read More »

Pengabdian Masyarakat: Mahasiswa Institut Attaqwa Perkuat Ketahanan Keluarga Melalui Pembinaan Nilai Agama di Desa Segarajaya

Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga di era digital dan tantangan zaman modern, mahasiswa semester 6 bersama dosen pembimbing dari Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Ketahanan Keluarga Melalui Pembinaan Nilai-Nilai Agama” pada Selasa (24/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata Kelompok 2 yang bertempat di Majelis Taklim Al-Barkah, Kampung Kebon Kelapa, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh para ibu-ibu warga setempat yang antusias mengikuti pembinaan. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, meskipun digelar secara sederhana. Dalam paparan materinya, Hj. Tuty Alawiyah, Lc., MA., sekaligus dosen pembimbing KKN menyampaikan pentingnya peran nilai-nilai agama dalam membentuk karakter keluarga yang kuat dan harmonis. “Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para ibu dengan pemahaman agama yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari agar mampu menjadi pilar utama ketahanan keluarga,” ujarnya. Tuty Alawiyah juga menekankan bahwa penanaman nilai-nilai agama dalam keluarga adalah fondasi utama. “Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Orangtua perlu mengajarkan agama, ibadah, akhlak, dan sopan santun, karena orangtua adalah teladan utama dalam kehidupan anak-anak mereka,” tambahnya. Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai permasalahan keluarga yang mereka alami, yang kemudian dibahas bersama secara terbuka dan solutif. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan keagamaan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan solidaritas antarwarga. Dengan adanya kegiatan pembinaan ini, diharapkan nilai-nilai agama semakin mengakar dalam kehidupan keluarga masyarakat Desa Segarajaya. Ketahanan keluarga yang berbasis religiusitas akan menjadi pondasi kokoh dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi yang terus berkembang.

Pengabdian Masyarakat: Mahasiswa Institut Attaqwa Perkuat Ketahanan Keluarga Melalui Pembinaan Nilai Agama di Desa Segarajaya Read More »

Mahasiswa KKN IAN Bekasi Gelar Seminar Ketahanan Keluarga dan Layanan Kesehatan Gratis di Desa Segarajaya

Mahasiswa Semester 6 Institut Attaqwa K.H. Noer Alie Bekasi mengadakan Seminar Ketahanan Keluarga di Masjid Baitul Falah, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi pada Minggu (22/6). Seminar ini bertajuk “Sosialisasi Nilai-Nilai Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Ekologi Pendidikan” dan merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Salah satu program kerja KKN ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya membangun ketahanan keluarga dengan mengintegrasikan nilai pendidikan dan kelestarian lingkungan. Seminar tersebut menghadirkan beberapa dosen IAN sebagai pemateri, serta para ahli kesehatan yang memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga. Seminar dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Segarajaya yang mengapresiasi langkah mahasiswa sebagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ketua Lembaga Penjamin Mutu IAN, Hj. Hunaidah, S.Ag., M.Pd., sebagai narasumber pertama, menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai pondasi ketahanan keluarga. “Dengan menjaga alam, kita menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua. Kebiasaan ramah lingkungan seperti mengelola sampah, menanam tanaman obat, serta menghemat air dan listrik harus dimulai dari rumah,” jelasnya. Narasumber kedua, Sekretaris Prodi Komunikasi Penyiaran Islam IAN Hj. Ika Barkah, M.Psi., memberikan motivasi tentang kepercayaan diri dan penghargaan terhadap diri sendiri. “Hargai dirimu sendiri dan jangan pernah merasa rendah diri. Ingat, kamu adalah orang yang unik dan berharga. Ketahanan keluarga berawal dari individu yang sehat secara mental,” tuturnya. Sementara itu, narasumber ketiga, Ridwan Malik, M.Pd., membahas tentang pengobatan Islami Tibbun Nabawi dan terapi totok saraf jari petir. “Tibbun Nabawi dan totok saraf jari petir adalah harmoni kesehatan fitrah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Pengobatan ini bukan hanya untuk fisik, tetapi juga untuk menyeimbangkan jiwa,” terangnya. Materi dilengkapi dengan sesi pemeriksaan kesehatan yang dipandu oleh para ahli, termasuk cek tensi, konsultasi keluhan, hingga peracikan obat herbal sesuai kebutuhan warga. Warga menyampaikan keluhan mereka kepada tim medis, yang kemudian memberikan penanganan langsung di tempat. Melalui seminar ini, mahasiswa KKN IAN Bekasi berharap kesadaran masyarakat tentang ketahanan keluarga semakin meningkat, serta terwujud pola hidup sehat dan mandiri berbasis nilai agama dan kepedulian lingkungan.

Mahasiswa KKN IAN Bekasi Gelar Seminar Ketahanan Keluarga dan Layanan Kesehatan Gratis di Desa Segarajaya Read More »

Tingkatkan Literasi Anak, Mahasiswa KKN Gelar Lapak Baca dan Dongeng di Kampung Ceger

Dalam rangka meningkatkan minat baca dan literasi anak-anak, mahasiswa semester 6 Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata mengadakan program kerja bertajuk “Lapak Baca” di Majelis Taklim Kampung Ceger, Desa Segarajaya, Kec. Tarumajaya, Kab. Bekasi pada Sabtu (14/6). Program ini menargetkan anak-anak yang belum sekolah hingga para siswa Sekolah Dasar yang masih kesulitan membaca. Tidak hanya menyediakan buku bacaan menarik yang ramah anak, kegiatan ini juga menyajikan sesi pembacaan dongeng oleh perwakilan anggota kelompok. Untuk menambah keseruan dan kreativitas peserta, para mahasiswa melengkapi kegiatan tersebut dengan sesi mewarnai bersama, dimana anak-anak dapat mengekspresikan imajinasi mereka melalui gambar. Anak-anak dan warga sekitar menyambut antusias. Selain menghibur, program ini bertujuan membangun kebiasaan membaca sejak dini serta menanamkan kecintaan terhadap buku melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan kehadiran mahasiswa KKN tak hanya dirasakan secara sosial, tapi juga memberikan dampak nyata dalam penguatan pendidikan dan literasi anak di lingkungan Dusun 1, Kampung Ceger.

Tingkatkan Literasi Anak, Mahasiswa KKN Gelar Lapak Baca dan Dongeng di Kampung Ceger Read More »

Mahasiswa IAN Bagikan 100 Bibit Tanaman Obat Keluarga di Pangkalan, Desa Segarajaya

Mahasiswa Institut Attaqwa K.H. Noer Alie Bekasi menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan membagikan 100 bibit tanaman obat keluarga kepada warga Kampung Pangkalan, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan KKN yang mengusung tema pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan alami pada Senin (9/6). Bibit yang dibagikan mencakup berbagai jenis tanaman herbal yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah, seperti jahe, kunyit, kencur, dan serai. Tanaman-tanaman ini dikenal memiliki khasiat untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan serta mendukung pola hidup sehat berbasis kearifan lokal. Menurut salah satu mahasiswa KKN IAN Ayu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri. “Melalui pembagian bibit TOGA, kami berharap warga dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga,” ujarnya. Warga Kampung Pangkalan menyambut positif inisiatif ini dan berharap program serupa dapat terus dilakukan setiap tahun. Mereka menilai, selain membantu menjaga kesehatan, pemanfaatan TOGA juga menjadi langkah hemat dan praktis dalam pengobatan keluarga.

Mahasiswa IAN Bagikan 100 Bibit Tanaman Obat Keluarga di Pangkalan, Desa Segarajaya Read More »

Bantu Asah Pengetahuan Anak Muda di Segarajaya, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan Penulisan CV Profesional

Sebagai bentuk respon terhadap permasalahan pengangguran di kalangan anak muda, mahasiswa semester 6 Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi mengadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penulisan CV profesional pada Sabtu (7/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata kelompok 1 yang bertempat di Majelis Taklim Kampung Ceger, Dusun 1, Desa Segarajaya. Ide pelatihan ini muncul setelah mahasiswa melakukan wawancara dengan Ketua RW 01. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa salah satu permasalahan di kampung ini yaitu banyak anak muda yang pengangguran dan sulit mendapat pekerjaan. “Sangat disayangkan, padahal kita tinggal di wilayah yang banyak PT. Harusnya bisa lebih banyak lapangan pekerjaan”‘ ucap Ketua RW 01. Menjawab keresahan tersebut, kelompok 1 bekerja sama dengan Karang Taruna Kampung Ceger untuk mengadakan pelatihan dengan sasaran utama para pemuda Dusun 1. Kegiatan ini dipandu oleh salah satu perwakilan kelompok memberikan materi mengenai cara membuat CV menarik, rapi, dan sesuai kebutuhan dunia kerja menggunakan platform desain Canva. Ketua Karang Taruna Syahri, menyambut kegiatan ini dengan positif. “Ini sangat menarik dan menjadi ilmu baru buat kita semua di sini.” Kegiatan berlangsung lancar dan dihadiri oleh para pemuda lokal yang tampak antusias mengikuti setiap sesi. Diharapkan, pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapan generasi muda Dusun 1 dalam memasuki dunia kerja serta membangun  kepercayaan  diri  mereka  untuk  melamar  ke perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar wilayah Bekasi.

Bantu Asah Pengetahuan Anak Muda di Segarajaya, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan Penulisan CV Profesional Read More »

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Gelar Pembekalan KKN dan PPL bagi Mahasiswa Semester 6

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) untuk mahasiswa semester 6 di Aula Gedung A, Senin (26/5/2025). Sebanyak 126 mahasiswa, 20 dosen pembimbing, serta jajaran pimpinan lembaga. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari persiapan mahasiswa Institut Attaqwa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat dan dunia pendidikan. Dalam sambutannya, Rektor Institut Attaqwa, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menekankan peran strategis mahasiswa sebagai pelopor perubahan sosial. “Mahasiswa adalah agen perubahan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata di masyarakat. Jaga sikap, etika, dan bangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat di lokasi KKN,” pesan Rektor kepada seluruh peserta. Sesi pembekalan dilanjutkan dengan pemaparan materi utama oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Fadllurrahman, Lc., MA., yang mengusung tema “Islam, Inovasi, dan Akademisi: Pilar Generasi Unggul di Era Global.” Dalam materinya, beliau mengajak mahasiswa untuk menjadikan KKN dan PPL sebagai ruang aktualisasi diri dan wadah pelatihan pra kerja “Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kompetensi yang dimiliki, mulai dari keterampilan sosial, kepemimpinan, hingga keilmuan. Mahasiswa harus tampil sebagai pribadi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman,” ungkap Dr. Fadllurrahman. Kegiatan pembekalan KKN dan PPL ini dirancang untuk membekali mahasiswa secara akademik dan mental dalam menghadapi dunia nyata. Mahasiswa tidak hanya akan mengabdi di masyarakat melalui program KKN, tetapi juga menjalani praktik lapangan di institusi pendidikan dalam program PPL. Dengan pembekalan ini, Institut Attaqwa Bekasi menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang berintegritas, siap mengabdi, serta mampu memberikan kontribusi positif dalam membangun masyarakat yang berkeadaban. Foto: Zaenal

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Gelar Pembekalan KKN dan PPL bagi Mahasiswa Semester 6 Read More »