Kopertis Wilayah II Jabar

Tingkatkan Mutu Pendidikan, IAN Terima Kunjungan Monev PTKIS Kopertais Wilayah II Jawa Barat.

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menerima kunjungan Sekretaris Bidang Akademik Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Dr. H. Mohammad Jaenudin, S.Ag., M.Ag., M.Pd., pada Rabu (13/11). Kegiatan ini dalam rangka monitoring dan evaluasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta untuk peningkatan standar mutu dan kualitas lembaga pendidikan tinggi yang disambut langsung oleh Rektor Institut Attaqwa, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor Saiful menyampaikan pentingnya monev untuk memberikan masukan konstruktif yang dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Institut Attaqwa. “Ini merupakan sarana evaluasi yang objektif dalam proses peningkatan mutu akademik dan menjadikannya Institut Attaqwa sebuah lembaga pendidikan yang unggul dan kompetitif,” ujarnya. Sementara itu SekBid Akademik Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Dr. H. Mohammad Jaenudin, S.Ag., M.Ag., M.Pd., dalam pemaparannya, menjelaskan bahwa tujuan dari monitoring dan evaluasi ini adalah untuk memastikan setiap PTKIS di bawah naungan Kopertais Wilayah II Jawa Barat menjalankan standar mutu pendidikan yang telah ditetapkan. “Monitoring ini merupakan salah satu upaya kami untuk memastikan bahwa PTKIS terus menjalankan proses akademik yang sesuai dengan standar nasional. Kami ingin setiap institusi mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan Islam yang unggul di Jawa Barat,” ungkap Dr. Jaenudin. Lebih lanjut, Dr. Jaenudin juga menyampaikan pentingnya sinergi antara Kopertais dan seluruh PTKIS dalam menciptakan suasana pendidikan yang kondusif dan berbasis pada nilai-nilai Islam yang moderat. “Kami ingin memastikan PTKIS tidak hanya mencapai standar akademik tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Ini menjadi kunci penting dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan zaman, baik dari sisi keilmuan maupun karakter,” tambahnya. Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diisi dengan sesi diskusi antara tim Kopertais dan jajaran pimpinan Institut Attaqwa untuk membahas berbagai aspek akademik, mulai dari kurikulum, dosen, hingga sarana prasarana yang menunjang proses belajar mengajar. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan dokumen administrasi dan akademik sebagai bahan evaluasi, dengan tujuan untuk memastikan seluruh aspek telah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Dr. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menyambut baik saran dan masukan yang disampaikan tim Kopertais, sembari berharap kerjasama ini terus terjalin untuk meningkatkan kualitas pendidikan di PTKIS, khususnya di Institut Attaqwa. “Kami berterima kasih atas arahan dan masukan yang diberikan, dan kami akan terus berusaha memperbaiki segala kekurangan yang ada demi kemajuan bersama,” tutup Dr. Saiful. Monitoring dan evaluasi oleh Kopertais Wilayah II Jawa Barat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan mutu pendidikan di seluruh PTKIS di wilayah tersebut. Dengan adanya kegiatan ini, Institut Attaqwa diharapkan mampu terus berbenah dan menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan zaman. Foto: Zaenal

Tingkatkan Mutu Pendidikan, IAN Terima Kunjungan Monev PTKIS Kopertais Wilayah II Jawa Barat. Read More »

Wisuda Sarjana XXIV Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Prof. Rosihon: Kualitas SDM Faktor Penentu Kemajuan.

Perlunya peningkatan sumber daya manusia dalam pendidikan tinggi sangat penting, ini bertujuan untuk mencapai kemajuan yang signifikan pada tiap elemen pembangun institusi. Perubahan ini tidak hanya pada fasilitas dan menejemen tata kelola, tetapi juga mindset para tenaga pendidik maupun civitas akademika. Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada Wisuda Sarjana XXIV Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Rabu (11/9). “Kami memfasilitasi dosen-dosen kami untuk mengajar di institusi lain, namun mereka tetap harus berada dalam homebase kami karena prosesnya yang kompleks. Ini mencerminkan betapa pentingnya konsistensi dan keseriusan dalam pengelolaan pendidikan,” ujar Prof. Rosihon. Ia juga menyoroti pentingnya memperbaiki riset dan membangun mitra strategis sebagai bagian dari langkah pengembangan institusi. “Sentimen masyarakat terhadap institut juga harus diperbaiki. Para wisudawan harus menjaga nama baik KH. Noer Alie dan mencerminkan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan,” tambah Prof. Rosihon. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Kopertais (Koordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta) akan terus memantau perkembangan Institut Attaqwa KH. Noer Alie. “Kami akan mendukung setiap langkah pembangunan dan pengembangan institusi ini. Kami berharap institusi ini dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitasnya,” ungkapnya. Wisuda ini menandai pencapaian penting bagi para lulusan dan menjadi momen refleksi bagi Institut Attaqwa KH. Noer Alie untuk terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan berkontribusi positif terhadap masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak dan tekad untuk terus berbenah, diharapkan institut ini dapat mencapai kemajuan yang signifikan di masa depan. Penulis: Farah Foto: Zaenal

Wisuda Sarjana XXIV Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Prof. Rosihon: Kualitas SDM Faktor Penentu Kemajuan. Read More »

Wisuda XXIII, Prof. Rosihin: Kualitas Perguruan Tinggi Jadi Syarat Alih Status

Memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan akademis yang moderat dan berkarakter, Kopertais Wilayah II Jawa Barat menyarankan STAI At-Taqwa Bekasi untuk kembangkan kualitas perguruan tinggi. Baik dari segi pendidikan, penelitian, dan tenaga pengajar. Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Ketua Kopertais Wilayah II Jawa Barat menyampaikan hal tersebut dalam sambutan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-XXIII STAI At-Taqwa di Aula Gedung KH. Noer Alie Islamic Centre Bekasi, Selasa (19/9).  Ia mengatakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas lembaga, yaitu dengan penambahan dosen bergelar Doktor dan Professor. Ini bertujuan untuk menciptakan efektifitas pengajaran agar setiap dosen mengajar mata kuliah yang linear dengan bidangnya. “Ada 70 lebih Doktor dan Professor di UIN Bandung yang bisa dipanggil untuk menjadi dosen STAI At-Taqwa”, ucapnya. Prof. Rosihon juga mengutarakan keinginannya supaya kualitas perguruan tinggi swasta dengan perguruan tinggi negeri tidak jauh berbeda. “Saya ingin masyarakat tidak dapat membedakan mana perguruan tinggi swasta dan mana perguruan tinggi negeri, karena kualitasnya sama saja. Sama-sama menghasilkan sarjana yang bermutu”, tambahnya. Penulis: Farah Foto: Zaenal

Wisuda XXIII, Prof. Rosihin: Kualitas Perguruan Tinggi Jadi Syarat Alih Status Read More »