Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi secara resmi membuka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Desa Karyabakti, Kabupaten Karawang, pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Hidayah ini dihadiri oleh Sekretaris Desa Karyabakti, Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, jajaran pimpinan, dosen, civitas akademika, tokoh masyarakat, serta 125 mahasiswa peserta KKN.
Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat serta Revitalisasi Dakwah Berbasis Kearifan Lokal di Desa Karyabakti”, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keislaman melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.
Sekretaris Desa Karyabakti H. Dedi Nurseha, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi yang telah memilih Desa Karyabakti sebagai lokasi pelaksanaan KKN tahun ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi yang telah mempercayakan Desa Karyabakti sebagai tempat pelaksanaan KKN. Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi yang nyata dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Karyabakti, Mahfudz, S.Pd., memaparkan kondisi geografis dan sosial masyarakat setempat. Menurutnya, wilayah Desa Karyabakti masih didominasi area persawahan dan tambak udang yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga. Ia juga menjelaskan bahwa masih terdapat sebagian masyarakat yang mengalami keterbatasan kemampuan baca tulis.

Oleh karena itu, Mahfudz berharap mahasiswa KKN dapat menghadirkan program-program yang edukatif dan mampu meningkatkan wawasan masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa dapat menyusun program kerja yang memberikan manfaat pendidikan dan pengetahuan bagi masyarakat sehingga keberadaan mahasiswa KKN benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., berpesan agar seluruh mahasiswa melaksanakan KKN dengan sungguh-sungguh serta menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus menjalankan KKN dengan penuh tanggung jawab, mengamalkan sikap sebagai mahasiswa dan nilai-nilai keattaqwaan dalam setiap aktivitas. Jadikan KKN sebagai sarana belajar, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga nama baik kampus,” tegasnya.
Selain menjadi momentum pembukaan KKN 2026, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada masyarakat melalui LAZ Attaqwa. Sebanyak 50 anak yatim dan dhuafa menerima bantuan berupa paket sembako dan uang tunai sebagai bentuk kepedulian sosial serta implementasi nilai-nilai pengabdian yang menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi.

Penyerahan santunan tersebut disambut antusias oleh masyarakat Desa Karyabakti. Kehadiran LAZ Attaqwa dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi antara lembaga pendidikan dan lembaga sosial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pelaksanaan KKN Tahun 2026, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi berharap mahasiswa mampu berkontribusi secara nyata melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan revitalisasi dakwah berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi di tengah kehidupan masyarakat.
Foto: Zaenal
