Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi secara resmi menutup pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Semester VI Tahun Akademik 2025/2026 di Desa Karyabakti, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang pada Kamis (9/7/26). Acara penutupan berlangsung di Kantor Kepala Desa Karyabakti, dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Pemerintah Kecamatan Batujaya, Pemerintah Desa Karyabakti, dosen pembimbing lapangan, dan seluruh mahasiswa peserta KKN.
Selama satu bulan pelaksanaan KKN, mahasiswa IAN mengimplementasikan berbagai program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada bidang pendidikan, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai sosial. Beragam kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Karyabakti yang turut berpartisipasi aktif dalam setiap program yang diselenggarakan.
Kepala Desa Karyabakti, H. Tamin Tisna, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para mahasiswa selama menjalankan KKN di wilayahnya.

“Terima kasih atas kerja keras para mahasiswa dalam menjalankan program kerja dan berkontribusi kepada masyarakat selama 30 hari melaksanakan KKN di Desa Karyabakti. Saya melihat antusiasme dan minat masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa sangat tinggi. Banyak anak-anak maupun orang dewasa yang termotivasi untuk meningkatkan pendidikan setelah menyaksikan berbagai program kerja yang diusung oleh mahasiswa”, ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Camat Batujaya, H. Dulah, S.H., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan IAN yang memilih Desa Karyabakti sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Kecamatan Batujaya berprofesi sebagai petani dan pembudidaya tambak, sehingga kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pola pikir masyarakat.

“Terima kasih kepada Institut Attaqwa Bekasi yang telah mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan KKN di Desa Karyabakti. Secara umum masyarakat kami berprofesi sebagai petani dan pembudidaya tambak. Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat mengubah mindset masyarakat desa. Saya yakin karakteristik program studi yang dimiliki Institut Attaqwa mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan mereka”, jelasnya.
Sementara itu, Rektor IAN Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menyampaikan bahwa berakhirnya kegiatan KKN bukan berarti seluruh rangkaian akademik telah selesai. Mahasiswa masih memiliki tanggung jawab akademik untuk menyusun laporan dan hasil penelitian berdasarkan pengalaman selama melaksanakan pengabdian di masyarakat.

“KKN telah selesai, namun mahasiswa masih memiliki tuntutan akademik berupa penyusunan laporan hasil kerja dan penelitian selama satu bulan melaksanakan KKN. Sesuai dengan saran dan masukan dari Bapak Camat, kami akan melakukan peningkatan pelaksanaan kegiatan KKN pada tahun-tahun berikutnya agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat”, ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, kegiatan penutupan KKN juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi dan Pemerintah Kecamatan Batujaya. Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan KKN ini, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membangun sinergi yang berkelanjutan dengan pemerintah daerah guna memberikan manfaat nyata bagi pembangunan masyarakat di Kabupaten Karawang.
Foto: Zaenal
