Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menggelar sidang tesis perdana program Magister Pendidikan Agama Islam pada Sabtu (27/6/26). Kegiatan ini diikuti oleh 19 mahasiswa Strata Dua yang telah menyelesaikan penelitian sebagai syarat akhir studi untuk memperoleh gelar Magister.
Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa penelitian harus memiliki landasan ilmiah yang kuat, sehingga setiap kesimpulan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

“Setiap temuan penelitian harus melalui proses uji validitas yang memadai agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi yang diteliti. Selain itu, penggunaan teori dalam tesis tidak boleh hanya menjadi pelengkap, tetapi harus memiliki korelasi yang jelas dengan permasalahan penelitian, menjadi dasar analisis, sekaligus memperkuat argumentasi ilmiah yang dibangun oleh peneliti,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tesis pada jenjang magister dituntut mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan maupun penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai metode penelitian, tetapi juga mampu mengintegrasikan teori dengan fakta empiris secara kritis dan sistematis.
Pelaksanaan sidang berlangsung dengan tertib dan penuh semangat akademik. Para mahasiswa mempresentasikan hasil penelitiannya, sementara tim penguji memberikan evaluasi secara komprehensif guna memastikan bahwa setiap tesis telah memenuhi standar mutu akademik yang ditetapkan oleh program studi.

Melalui pelaksanaan sidang tesis ini, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi terus berkomitmen mencetak lulusan Magister Pendidikan Agama Islam yang memiliki integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, serta kompetensi penelitian yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam dan kemajuan masyarakat.
