Tingkatkan Komitmen Mutu: Prodi PAI Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Jalani Asesmen LAMDIK

Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan tinggi, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menerima kunjungan asesmen lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) pada Senin (23/2). Kunjungan ini merupakan bagian dari proses akreditasi Program Studi Pendidikan Agama Islam dalam menunjukkan komitmen terhadap penguatan tata kelola, kualitas pembelajaran, serta implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam. Tim LAMDIK mengutus Dr. Lis Yulianti Syafrida Siregar, S.Psi, MA., dari IAIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dan Dr. Arif Budi Raharjo, M.Si., dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai asesor.

Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., pada sambutannya menegaskan bahwa transformasi kelembagaan kampus hingga menjadi institut merupakan perjalanan panjang yang memakan waktu hampir tiga dekade.

Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd.

“Dari awalnya hanya Program Studi Tarbiyah, kemudian menjadi sekolah tinggi hingga akhirnya menjadi institut. Berada dalam naungan Yayasan Attaqwa, IAN diharapkan menjadi lembaga perguruan tinggi yang menaungi dan menampung para alumni santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa IAN terus berupaya membuka program studi baru sesuai kebutuhan dan minat masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas kelembagaan secara berkelanjutan.

Dr. Lis Yulianti Syafrida Siregar, S.Psi, MA., menyampaikan bahwa kehadiran tim LAMDIK merupakan bagian dari kerja sama dalam upaya melanjutkan dan meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di Indonesia.

Dr. Lis Yulianti Syafrida Siregar, S.Psi, MA.,

“Kami hadir untuk mengonfirmasi dan mengklarifikasi data yang telah disubmit di LAMDIK. Selain itu, kami ingin melihat secara langsung implementasi sistem penjaminan mutu yang telah berjalan di IAN,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Arif Budi Raharjo, M.Si., menekankan bahwa asesmen lapangan bukan semata proses verifikasi dokumen, tetapi juga ruang berbagi praktik baik.

Dr. Arif Budi Raharjo, M.Si.,

“Misi utama kami adalah memajukan pendidikan Islam. Di samping klarifikasi data, kami juga akan berbagi pengalaman mengenai sistem dan nilai mutu yang diterapkan di kampus masing-masing. Kita pastikan yang terbaik untuk peningkatan mutu pendidikan tinggi, baik di lingkungan Attaqwa maupun secara nasional,” ungkapnya.

Rangkaian asesmen lapangan ini meliputi verifikasi dokumen, wawancara dengan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta peninjauan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai tata kelola, pelaksanaan tridarma, serta sistem penjaminan mutu internal Prodi PAI. Dengan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi optimis bahwa proses asesmen ini akan semakin memperkuat komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan agama Islam yang unggul, profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional.

Foto: Zaenal Abidin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *