Berita

Rusydatul Ummah dan IAN Gelar Seminar Dakwah Virtual: Dorong Peningkatan Kapasitas Dakwah Digital di Majlis Taklim

Sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mengembangkan dakwah berbasis digital, Rusydatul Ummah (RU) dan Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi (IAN) sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Dakwah Virtual di Era Digital” pada Ahad (11/5). Kegiatan ini berlangsung di Aula Baytul Atiq Pondok Pesantren Attaqwa Putri yang dihadiri oleh Civitas Akademika IAN dan anggota RU dari wilayah Kabupaten Bekasi dan Karawang. Seminar ini dibuka secara resmi oleh Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., yang menyampaikan pentingnya dakwah menyesuaikan dengan perkembangan zaman. “Seminar ini bukan sekadar penguatan MoU antara IAN dan Rusydatul Ummah, tapi juga sebagai bentuk nyata bagaimana dakwah harus bertransformasi ke ranah digital. Majlis taklim harus mampu menjangkau umat melalui media baru, tanpa kehilangan esensi keilmuannya,” ungkap Rektor Saiful. Ketua Program Studi Manajemen Dakwah IAN Hj. Mimi Jamilah Mahya, M.IRKH., hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa dunia digital telah menjadi ladang dakwah baru yang sangat potensial. “Media sosial bisa menjadi mimbar baru bagi para dai. Namun, tantangannya adalah bagaimana kita menyampaikan dakwah dengan cara yang bijak, menarik, dan tetap menjaga adab serta akhlak Islami,” jelasnya. Seminar ini juga menghadirkan sesi praktik langsung pembuatan konten dakwah digital yang dipandu oleh dua dosen IAN, Iza Ma’rifah, M.Sos., dan Mawaddah Warohmah, M.Pd. Peserta wajib membuat konten edukatif dan inspiratif yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan etika berdakwah di ruang publik digital. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran majlis taklim dalam menyebarkan dakwah Islam secara moderat, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Foto: Zaenal

Rusydatul Ummah dan IAN Gelar Seminar Dakwah Virtual: Dorong Peningkatan Kapasitas Dakwah Digital di Majlis Taklim Read More »

Buka Bersama Eratkan Tali Silaturrahmi Dosen dan Staff Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menyelenggarakan kegiatan buka bersama yang melibatkan seluruh dosen dan staff, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini. Acara yang diadakan di Gedung C Kampus Institut Attaqwa pada Sabtu (22/3) ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Membuka acara dengan sambutan Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan seluruh civitas akademika. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga tali silaturahmi dan mempererat hubungan antar dosen dan staff, terutama di bulan Ramadhan. “Buka bersama bukan hanya sekedar untuk menyantap hidangan, tetapi juga untuk mempererat ukhuwah dan semangat kebersamaan di lingkungan kampus kita,” ujar Dr. H. Saiful Bahri Maih. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh dosen, staff, serta beberapa perwakilan mahasiswa. Suasana yang penuh keakraban terasa sepanjang acara, dengan sesi berbagi cerita dan doa bersama sebelum berbuka puasa. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kebersamaan dan rasa persaudaraan antar anggota keluarga besar Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi. Setelah acara buka bersama, kegiatan dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah dan ramah tamah. Dengan terlaksananya acara buka bersama ini, diharapkan seluruh civitas akademika dapat semakin solid dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, serta menjaga suasana kondusif di kampus Institut Attaqwa. Foto: Zaenal

Buka Bersama Eratkan Tali Silaturrahmi Dosen dan Staff Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Read More »

Promosi Kampus Melalui Fun Bike: Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Ajak Masyarakat Kenal Lebih Dekat

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menggelar kegiatan Fun Bike pada Minggu (23/2). Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang olahraga dan rekreasi, namun juga sebagai bagian dari upaya promosi lembaga dan penerimaan mahasiswa baru jenjang sarjana dan pascasarjana. Sebanyak 50 sivitas akademika IAN mengikuti kegiatan ini. Dalam sambutannya pada apel pagi, Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ikatan persaudaraan antar sivitas akademika dan menjadi salah satu strategi dalam memperkenalkan kampus kepada masyarakat luas. “Fun Bike ini tidak hanya tentang bersepeda bersama, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkenalkan lebih dekat kegiatan akademik, fasilitas, serta program-program unggulan yang kami tawarkan di Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi. Semoga kegiatan ini dapat menarik minat calon mahasiswa baru untuk bergabung dengan IAN,” ujar Dr. Saiful Bahri dalam sambutannya. Kegiatan di mulai dari kampus IAN pukul 8:00 WIB, melewati rute menuju Penggarutan dan Babelan, sebelum kembali lagi ke kampus IAN pukul 11:00 WIB. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat dan calon mahasiswa untuk mengenal lebih dekat tentang IAN Bekasi, yang memiliki visi untuk mencetak generasi yang unggul dalam bidang akademik dan dakwah. Bagi calon mahasiswa yang tertarik untuk bergabung, IAN Bekasi membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2025/2026. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dapat diakses melalui website resmi Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi. Foto: Zaenal

Promosi Kampus Melalui Fun Bike: Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Ajak Masyarakat Kenal Lebih Dekat Read More »

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Gelar Seminar Peluang Karir Bersama Sawit Academy.

Institut Attaqwa Bekasi sukses menyelenggarakan seminar dan diskusi terbuka bertema Peluang Kerja di Bidang Pengelolaan Sawit. Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama PT. Hai Sawit Indonesia. Dengan menghadirkan narasumber dari kalangan profesional, yakni Direktur PT. Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza, dan Direktur PT. Hai Sawit Indonesia, M. Danang MRQ. Seminar yang berlangsung di Aula Gedung A Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi ini dibuka oleh Kaprodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Hj. Miftahussa’adah Wardi, M.Irkh. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa seminar ini adalah peluang besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan tentang prospek karier di industri sawit. “Melalui seminar ini, mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan untuk memahami potensi kerja di industri sawit dan membangun jaringan profesional yang akan membantu mereka di masa depan,” ungkap Hj. Miftahussa’adah. Dalam sesi pemaparan, M. Gema Aliza menjelaskan bahwa industri sawit di Indonesia masih terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja yang kompeten. Ia juga mencontohkan kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri, seperti program link and match yang mengintegrasikan kurikulum kampus dengan kebutuhan industri, magang bersertifikat di perusahaan sawit, hingga pelatihan keterampilan berbasis praktik langsung. M. Danang MRQ menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya memberikan wawasan bagi mahasiswa tetapi juga membantu perusahaan menemukan talenta baru yang siap bekerja. “Kerjasama antara kampus dan perusahaan sangat penting. Contoh nyata kolaborasi ini bisa berupa pemberian beasiswa dari industri sawit, program job fair, serta pelatihan wirausaha bagi mahasiswa untuk terjun ke sektor agribisnis,” jelasnya. Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Institut Attaqwa, sangat antusias mengikuti diskusi ini. Beberapa mahasiswa bahkan menunjukkan ketertarikan terhadap peluang magang di PT. Daya Guna Lestari dan PT. Hai Sawit Indonesia. Seminar ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang siap berkontribusi di sektor pengelolaan sawit, sejalan dengan visi Institut Attaqwa untuk mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi di dunia kerja. Penulis: Farah

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Gelar Seminar Peluang Karir Bersama Sawit Academy. Read More »

Lawan Diskriminasi Jadi Fokus Kepemimpinan Ketua BEM IAN Terpilih

Institut Attaqwa KH. Noer Alie menggelar acara pelantikan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2025, pada Jum’at (17/1). Acara ini berlangsung di Aula Gedung A Institut KH. Noer Alie Bekasi. Sebanyak 70 perwakilan mahasiswa dari ke-empat program studi, dosen, hingga Rektor Institut KH. Noer Alie Bekasi menghadiri acara tersebut. Ketua BEM terpilih, Ayu Putri Hartanti dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk menjadikan kepemimpinannya sebagai wadah perjuangan melawan diskriminasi di lingkungan kampus dan masyarakat. “Kepemimpinan ini bukan tentang saya, tetapi tentang kita semua. Bersama, kita akan berjuang untuk menciptakan kampus yang inklusif, di mana setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa memandang latar belakang,” ungkap Ayu dengan penuh semangat. Ayu juga menyampaikan visinya untuk memperkuat solidaritas mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antarorganisasi mahasiswa untuk menciptakan program-program yang berdampak nyata, baik dalam ranah akademik maupun pengabdian masyarakat. Rektor Institut Attaqwa, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., dalam sambutan mengapresiasi semangat kepemimpinan Ayu Putri Hartanti. Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk bersinergi dalam membangun kampus menjadi lebih maju. “Mahasiswa adalah pilar utama dalam perkembangan institut ini. Saya berharap, di bawah kepemimpinan Ayu Putri Hartanti, BEM dapat menjadi motor penggerak perubahan positif, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat,” tutur Rektor Saiful. Acara pelantikan berlangsung dengan khidmat, diakhiri dengan doa bersama dan penampilan seni budaya dari mahasiswa Institut Attaqwa. Kehadiran para mahasiswa yang antusias menunjukkan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Ayu Putri Hartanti. Pelantikan ini menjadi awal baru bagi BEM Institut Attaqwa KH. Noer Alie untuk menghadirkan program-program inovatif yang sejalan dengan visi kampus sebagai pusat keilmuan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. Penulis: Farah Foto: Zaenal

Lawan Diskriminasi Jadi Fokus Kepemimpinan Ketua BEM IAN Terpilih Read More »

Tingkatkan Mutu Pendidikan, IAN Terima Kunjungan Monev PTKIS Kopertais Wilayah II Jawa Barat.

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menerima kunjungan Sekretaris Bidang Akademik Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Dr. H. Mohammad Jaenudin, S.Ag., M.Ag., M.Pd., pada Rabu (13/11). Kegiatan ini dalam rangka monitoring dan evaluasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta untuk peningkatan standar mutu dan kualitas lembaga pendidikan tinggi yang disambut langsung oleh Rektor Institut Attaqwa, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor Saiful menyampaikan pentingnya monev untuk memberikan masukan konstruktif yang dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Institut Attaqwa. “Ini merupakan sarana evaluasi yang objektif dalam proses peningkatan mutu akademik dan menjadikannya Institut Attaqwa sebuah lembaga pendidikan yang unggul dan kompetitif,” ujarnya. Sementara itu SekBid Akademik Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Dr. H. Mohammad Jaenudin, S.Ag., M.Ag., M.Pd., dalam pemaparannya, menjelaskan bahwa tujuan dari monitoring dan evaluasi ini adalah untuk memastikan setiap PTKIS di bawah naungan Kopertais Wilayah II Jawa Barat menjalankan standar mutu pendidikan yang telah ditetapkan. “Monitoring ini merupakan salah satu upaya kami untuk memastikan bahwa PTKIS terus menjalankan proses akademik yang sesuai dengan standar nasional. Kami ingin setiap institusi mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan Islam yang unggul di Jawa Barat,” ungkap Dr. Jaenudin. Lebih lanjut, Dr. Jaenudin juga menyampaikan pentingnya sinergi antara Kopertais dan seluruh PTKIS dalam menciptakan suasana pendidikan yang kondusif dan berbasis pada nilai-nilai Islam yang moderat. “Kami ingin memastikan PTKIS tidak hanya mencapai standar akademik tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Ini menjadi kunci penting dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan zaman, baik dari sisi keilmuan maupun karakter,” tambahnya. Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diisi dengan sesi diskusi antara tim Kopertais dan jajaran pimpinan Institut Attaqwa untuk membahas berbagai aspek akademik, mulai dari kurikulum, dosen, hingga sarana prasarana yang menunjang proses belajar mengajar. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan dokumen administrasi dan akademik sebagai bahan evaluasi, dengan tujuan untuk memastikan seluruh aspek telah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Dr. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menyambut baik saran dan masukan yang disampaikan tim Kopertais, sembari berharap kerjasama ini terus terjalin untuk meningkatkan kualitas pendidikan di PTKIS, khususnya di Institut Attaqwa. “Kami berterima kasih atas arahan dan masukan yang diberikan, dan kami akan terus berusaha memperbaiki segala kekurangan yang ada demi kemajuan bersama,” tutup Dr. Saiful. Monitoring dan evaluasi oleh Kopertais Wilayah II Jawa Barat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan mutu pendidikan di seluruh PTKIS di wilayah tersebut. Dengan adanya kegiatan ini, Institut Attaqwa diharapkan mampu terus berbenah dan menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan zaman. Foto: Zaenal

Tingkatkan Mutu Pendidikan, IAN Terima Kunjungan Monev PTKIS Kopertais Wilayah II Jawa Barat. Read More »

Mahasiswa Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Terima Bantuan Beasiswa Cerdas Baznas Kab. Bekasi

Mahasiswa Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menerima beasiswa dari Program “Satu Keluarga Dhuafa, Satu Sarjana” yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bekasi. Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Drs. Dedy Supriyadi, MM., bersama Wakil Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, dalam acara BOTRAM Kabupaten Bekasi yang diadakan di Lapangan Sepak Bola Babelan. Dalam sambutannya, Sekda Kab. Bekasi Drs. Dedy Supriyadi, MM., mengungkapkan harapannya agar beasiswa ini dapat mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi dan menyelesaikan pendidikan dengan baik. “Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi motivasi bagi penerima untuk mencapai cita-cita,” ujarnya. Kegiatan BOTRAM ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta pejabat daerah, yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Dengan adanya program beasiswa ini, BAZNAS Kab. Bekasi berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan bagi mahasiswa dari kalangan dhuafa, sehingga mereka dapat memperoleh pendidikan yang layak dan berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa mendatang.

Mahasiswa Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Terima Bantuan Beasiswa Cerdas Baznas Kab. Bekasi Read More »

Stadium General IAN Dan Universitas Billadisyam Mujamma Sheikh Ahmad Kuftaro Suriah: Bangun Sinergitas-Kualitas Pendidikan Islam.

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi berkolaborasi dengan Universitas Billadisyam Mujamma Sheikh Ahmad Kaftaro Suriah selenggarakan Stadium General dan Seminar Internasional dengan tema “Sinergi untuk IAN yang Unggul, Kompetitif, dan Transformatif”. Acara ini diadakan untuk mengeksplorasi dan memperdalam pemahaman tentang pengembangan kualitas pendidikan Islam yang unggul dan berkarkter. Berlangsung di Aula Yayasan Attaqwa pada Ahad (15/9), kegiatan ini menghadirkan 3 pembicara, yakni: Dr. H. Fadlurrahman, MA dari Institut Attaqwa, Prof. Dr. Hj. Nur Arfiyah Febriani, MA dari Universitas PTIQ Jakarta, dan Dr. Muhammad Sharif Al-Sawwaf dari University Sham Mujamma’ Sheikh Ahmad Kuftaro, Suriah. Dalam sambutannya Rektor IAN Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk mendukung Institut Attaqwa Bekasi dalam upayanya untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam dunia pendidikan tinggi, serta meningkatkan mutu kualitas kampus. “Kerjasama ini merupakan wujud nyata dari sinergi internasional yang dapat meningkatkan daya saing dan kualitas pendidikan di Institut Attaqwa,” ungkapnya. Sementara itu, para narasumber dalam seminar internsional memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya menjaga feminisme dan maskulinitas dalam Islam sebagai kunci untuk mencapai pribadi yang cerdas, unggul, dan bijak. Diskusi ini bertujuan untuk mendorong pemikiran kritis mengenai peran gender dalam Islam serta bagaimana penerapan nilai-nilai tersebut dapat membentuk pribadi Muslim yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan cara yang moderat dan berorientasi pada khidmat kepada umat. Dr. Muhammad Sharif Al-Sawwaf juga mengumumkan pemberian beasiswa bagi mahasiswa dan dosen IAN yang berminat menimba ilmu di universitas tersebut. “Menuntut ilmu itu bukan hanya untuk selembar ijazah, tetapi untuk memahami dan menerapkannya bagi kemaslahatan umat,” tegasnya. Menurut Dr. Muhammad Sharif Al-Sawwaf, IAN dan Yayasan Attaqwa telah bertransformasi dari sebuah pesantren menjadi institusi pendidikan modern. Melalui kolaborasi ini, ia berharap IAN dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, menciptakan sinergi global, dan menjadi pemain utama dalam dunia pendidikan Islam. Tidak hanya memperkuat hubungan antara IAN dan Universitas Billadisyam, acara ini juga membuka peluang baru bagi mahasiswa dan dosen untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi terus berkomitmen untuk menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Penulis: Farah Foto: Zaenal

Stadium General IAN Dan Universitas Billadisyam Mujamma Sheikh Ahmad Kuftaro Suriah: Bangun Sinergitas-Kualitas Pendidikan Islam. Read More »

Wisuda Sarjana XXIV Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Prof. Rosihon: Kualitas SDM Faktor Penentu Kemajuan.

Perlunya peningkatan sumber daya manusia dalam pendidikan tinggi sangat penting, ini bertujuan untuk mencapai kemajuan yang signifikan pada tiap elemen pembangun institusi. Perubahan ini tidak hanya pada fasilitas dan menejemen tata kelola, tetapi juga mindset para tenaga pendidik maupun civitas akademika. Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada Wisuda Sarjana XXIV Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Rabu (11/9). “Kami memfasilitasi dosen-dosen kami untuk mengajar di institusi lain, namun mereka tetap harus berada dalam homebase kami karena prosesnya yang kompleks. Ini mencerminkan betapa pentingnya konsistensi dan keseriusan dalam pengelolaan pendidikan,” ujar Prof. Rosihon. Ia juga menyoroti pentingnya memperbaiki riset dan membangun mitra strategis sebagai bagian dari langkah pengembangan institusi. “Sentimen masyarakat terhadap institut juga harus diperbaiki. Para wisudawan harus menjaga nama baik KH. Noer Alie dan mencerminkan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan,” tambah Prof. Rosihon. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Kopertais (Koordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta) akan terus memantau perkembangan Institut Attaqwa KH. Noer Alie. “Kami akan mendukung setiap langkah pembangunan dan pengembangan institusi ini. Kami berharap institusi ini dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitasnya,” ungkapnya. Wisuda ini menandai pencapaian penting bagi para lulusan dan menjadi momen refleksi bagi Institut Attaqwa KH. Noer Alie untuk terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan berkontribusi positif terhadap masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak dan tekad untuk terus berbenah, diharapkan institut ini dapat mencapai kemajuan yang signifikan di masa depan. Penulis: Farah Foto: Zaenal

Wisuda Sarjana XXIV Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Prof. Rosihon: Kualitas SDM Faktor Penentu Kemajuan. Read More »

Orasi Ilmiah Prof. Mahmud, Wisuda Sarjana XXIV: Menjadi Unggul melalui Perubahan Substansial dan Inovasi

Untuk mencapai keunggulan, sebuah institusi harus siap menghadapi tantangan dengan kemampuan kompetitif yang tinggi dan strategi yang matang. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan substansial dengan pendekatan berbasis teori serta landasan yang kuat. Hal ini disampaikan oleh Prof. dr. H. Mahmud, M.Si, Csee, Mce., Ketua Senat UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam orasi ilmiahnya pada Wisuda Sarjana XXIV Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Rabu (11/9). Menurutnya, langkah awal adalah melakukan analisis mendalam untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki. Setelah itu, penting untuk mencari solusi dan strategi perbaikan yang efektif. “Perubahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perlu adanya penelitian mendalam tentang apa yang harus diperbaiki, bersamaan dengan pengembangan strategi untuk implementasinya. Selanjutnya, eksekusi dengan langkah-langkah terencana akan memastikan perbaikan berjalan dengan baik,” ungkap Prof. Mahmud. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan kerja sama tim yang solid sebagai kunci untuk membangun jaringan yang efektif. Prof. Mahmud percaya bahwa inovasi muncul dari kolaborasi yang baik, di mana ide-ide baru dapat berkembang dan diterapkan secara produktif. “Untuk menjadi unggul, kita harus melakukan inovasi. Ini berarti mengubah cara kerja, struktur organisasi, dan metode yang digunakan. Dengan tim yang kompak dan strategi yang jelas, IAN akan mampu mengimplementasikan inovasi yang membawa dampak positif,” tambahnya. Dengan semangat yang membara, Prof. Mahmud mengajak semua pihak di Institut Attaqwa untuk terus berkomitmen pada perubahan dan inovasi. Ia berharap bahwa langkah-langkah ini akan membantu IAN untuk mencapai visi dan misinya secara lebih efektif dan berdaya saing tinggi. Penulis: Farah Foto: Zaenal

Orasi Ilmiah Prof. Mahmud, Wisuda Sarjana XXIV: Menjadi Unggul melalui Perubahan Substansial dan Inovasi Read More »