Berita

Wisuda ke-24 Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi: Lahirkan Problem Solver Di Masyarakat.

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menyelenggarakan wisuda sarjana ke-24 di Gedung KH. Noer Alie Islamic Centre Bekasi pada Rabu (11/8). Sebanyak 72 wisudawan dan wisudawati dari prodi Pendidikan Agama Islam dan Komunikasi Penyiaran Islam menerima pemindahan tali toga. Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Yayasan Attaqwa, Dr. KH Irfan Masud Abdullah, Kasubdit Pendis Kemenag, Dr. Imam Buchori, Rektor UIN Sunan Gunung Jati sekaligus Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Prof. Dr. Rosihan Anwar, Mantan Bupati Bekasi H. Wikanda Darmawijaya, dan Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, CSEE, MCE yang menyampaikan Orasi Ilmiah. Dalam sambutannya, Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menyampaikan bahwa ini merupakan wisuda pertama sebagai sebuah Institut sekaligus menjadi langkah awal pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di lingkungan Attaqwa. “Banyak hal yang masih perlu ditingkatkan dalam perjalanan baru ini. Peningkatan kuantitas dan kualitas mahasiswa sangat penting sebagai penilaian elektabilitas kampus, tak hanya itu fasilitas juga manajemen administrasi serta akademik”, ujarnya. Ia menekankan kepada para wisudawan untuk selalu menerapkan nilai-nilai Islam di masyarakat sebagai lulusan perguruan tinggi yang membawa nama KH. Noer Alie. “Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan serangkaian tugas lnya sebagai mahasiswa selama 4 tahun ini. Saya sangat berharap agar kalian selalu menerapkan nilai-nilai Islam dalam bermasyarakat nanti, tunjukan dedikasi kalian yang dengan bangga membawa almamater Attaqwa dan nama KH. Noer Alie”, pungkas Rektor Saiful. Sementara itu, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, CSEE, MCE, dalam orasi ilmiahnya mengingatkan para wisudawan untuk senantiasa menjaga integritas dan terus berinovasi di tengah tantangan zaman. “Keberhasilan yang kalian raih hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang penuh tantangan. Dunia saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen moral yang kuat,” ujarnya. Prof. Mahmud juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membawa perubahan positif di masyarakat. Ia mengajak para wisudawan untuk tidak berhenti belajar, baik dari pengalaman maupun perkembangan teknologi. “Teknologi terus berkembang pesat, dan kalian harus bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Jadilah pionir dalam menciptakan solusi yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya. Wisuda ke-24 Institut Attaqwa ini menjadi momen istimewa, tidak hanya sebagai perayaan kelulusan, tetapi juga sebagai panggilan bagi para lulusan untuk memulai babak baru dalam kehidupan mereka, di mana mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengharumkan nama almamater serta membawa manfaat bagi bangsa dan agama. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh anggota Senat Attaqwa KH Noer Alie Bekasi, Dr H Aca Syathybie, MA mengiringi langkah para wisudawan menuju masa depan yang gemilang.

Wisuda ke-24 Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi: Lahirkan Problem Solver Di Masyarakat. Read More »

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Berpartisipasi Dalam PKM Kolaborasi, Tingkatkan Kerjasama Antar Perguruan Tinggi

Sebagai bentuk pengembangan program berkelanjutan, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi berpartisipasi dalam Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaborasi 4 di Desa Wisata Lebakmuncang, Kec. Ciwidey, Kab. Bandung. Kegiatan ini merupakan program gabungan Universitas Persada Indonesia Y.A.I di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah 3 dan 4. Sebanyak 146 dosen dari 47 perguruan tinggi siap mengikuti program pengabdian yang akan berlangsung pada 6 – 7 September 2024. Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi mengirimkan 5 dosen, yakni: dosen prodi PAI Hj. Hunaidah, S.Ag., M.Pd.I , dosen prodi KPI Hj. Miftahussa’adah, M.Irkh, dosen prodi MBS Hilwa Murdiyanti, M.Pd, dosen prodi MD Mawaddah Warohmah, M.Pd, dan Ketua LPM Hj. Ade Naelul Huda, P.hd. Kegiatan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal ini, berfokus pada pengembangan keterampilan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Wisata Lebakmuncang. “Peningkatan Wawasan Guru SD dalam Mencegah Perilaku Perundungan Berbasis Penguatan Karakter Siswa” menjadi salah satu topik pembahasan. Ini sejalan dengan tema besar pengabdian, yang mencakup berbagai kelompok dengan tugas spesifik sesuai topik yang diberikan oleh panitia dari Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Selain pengabdian, peserta juga terlibat dalam berbagai fun games, diskusi, serta pelatihan alat musik tradisional. Acara ditutup dengan trekking menuju Bukit Tugu, serta lomba menangkap ikan di kolam yang menambah keseruan dan interaksi antar kelompok. Kegiatan ini menghasilkan berbagai luaran, termasuk publikasi di media massa, artikel di jurnal nasional terindeks Sinta, 10 buku (book chapter) dari peserta, serta kerjasama antar perguruan tinggi dengan pemerintah desa. Dokumentasi kegiatan juga dipublikasikan melalui berbagai media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat dijadikan dasar dalam penyusunan proposal Hibah Pengabdian Masyarakat DRTPM Kemdikbud tahun 2025, yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah lokal dan mendukung pembangunan desa melalui kolaborasi pendidikan dan masyarakat.

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Berpartisipasi Dalam PKM Kolaborasi, Tingkatkan Kerjasama Antar Perguruan Tinggi Read More »

Prodi MPAI Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Lakukan Tes Akademik Calon Mahasiswa

Berhasil membuka program pascasarjana, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menggelar pembukaan tes akademik untuk Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) pada hari ini, Jumat (31/8). Acara pembukaan ini dihadiri oleh Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Ketua Prodi MPAI, unsur pimpinan, dan para calon mahasiswa. Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., mengawali sambutan dengan membahas pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter dan kualitas pendidikan di Indonesia. “Program Magister Pendidikan Agama Islam ini adalah langkah strategis untuk mencetak tenaga pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap nilai-nilai agama,” ujarnya. Dr. Saiful Bahri juga menyampaikan harapan agar para calon mahasiswa yang mengikuti tes akademik dapat menunjukkan dedikasi dan kemampuan terbaik mereka. “Kami berharap program ini tidak hanya menghasilkan lulusan yang berkualitas, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam penyebaran pendidikan agama yang lebih baik di masyarakat,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Prodi MPAI, Dr. H. Aca Syathybie, MA., menyampaikan bahwa kunci utama dalam menyelesaikan program Magister adalah fokus. “Pembagian waktu menjadi sebuah prioritas, oleh karena itu bijaklah dalam memilah kesibukkan kalian tanpa melupakan kewajiban sebagai seorang mahasiswa”, ujarnya. Ia memaparkan sedikit kiat dan tips agar dapat menyelesaikan program S2 dalam waktu 2 tahun dan berharap para calon mahasiswa baru dapat mengerjakan tes dengan baik. Tes akademik ini dirancang untuk mengukur kesiapan calon mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik di tingkat magister serta pemahaman mereka terhadap konsep-konsep dasar pendidikan agama Islam. Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas yang berbasis pada nilai-nilai agama dan berorientasi pada pengembangan kompetensi profesional. Program Magister Pendidikan Agama Islam ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, terutama dalam bidang agama Islam. Dengan adanya program ini, Institut Attaqwa semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen terhadap pengembangan pendidikan agama di tingkat tinggi.

Prodi MPAI Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Lakukan Tes Akademik Calon Mahasiswa Read More »

Sambut Calon Mahasiswa Baru, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Gelar Pembukaan PROPESA

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi secara resmi membuka Program Pengenalan Studi Dan Almamater (PROPESA) mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025. Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Jajaran Pimpinan, dan Civitas Akademika hadir pada acara yang berlangsung di Aula Utama Gedung A, Jum’at (30/8). Sebanyak 85 calon mahasiswa baru dari ke 4 program studi, siap untuk mengikuti serangkaian kegiatan PROPESA selama 3 hari kedepan. Dalam sambutannya, Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd, menyampaikan harapan dan pesan penting untuk mahasiswa baru yang hadir. Beliau membuka sambutan dengan ungkapan selamat datang dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada institut untuk menjadi wadah pendidikan mereka. “Program Pengenalan Almamater ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi merupakan langkah awal yang penting dalam perjalanan akademik dan pembentukan karakter kalian”, ujarnya. Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa baru pada budaya, nilai-nilai, dan lingkungan akademik kampus. “Kami berharap melalui program ini, kalian akan lebih memahami visi dan misi Institut Attaqwa. Ini adalah waktu untuk membangun fondasi yang kuat dan memulai perjalanan belajar yang penuh makna”, tambahnya. Ia juga mengingatkan mahasiswa baru tentang pentingnya integritas, dedikasi, dan semangat dalam menjalani kehidupan kampus. “Kalian akan menghadapi berbagai tantangan dan kesempatan di sini. Gunakanlah kesempatan ini untuk mengeksplorasi potensi diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta lingkungan sekitar.” Pembukaan PROPESA ini berisi berbagai kegiatan, termasuk sesi pengenalan fasilitas kampus, orientasi program studi, dan perkenalan dengan dosen serta staf akademik. Mahasiswa baru juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai kehidupan kampus. Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, mahasiswa baru dapat memulai perjalanan akademik mereka dengan penuh percaya diri dan motivasi. Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi berkomitmen untuk mendukung setiap langkah mereka menuju kesuksesan. Foto: Zaenal

Sambut Calon Mahasiswa Baru, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Gelar Pembukaan PROPESA Read More »

Soft Launching Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Rektor Saiful: Transformasi Bukti Komitmen Wujudkan Sinergitas Unggul

Berhasil dapatkan kepercayaan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk lakukan perubahan bentuk dan penyelenggaraan program pascasarjana, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi siap sediakan pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat. Pada Milad Attaqwa ke-68, Rektor Institut Attaqwa Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., sampaikan komitmen lembaga dan rencana mendatang dalam pengembangan mutu pendidikan. “Sesuai dengan visi KH. Noer Ali, kami bertekad untuk menyelenggarakan pendidikan yang unggul dan transformatif. Soft launching Institut Attaqwa ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk menyediakan jalur pendidikan yang komprehensif dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Rektor Saiful. Ia juga membocorkan rencana pembukaan fakultas dan program studi baru guna mewujudkan Universitas Attaqwa. Hal ini menunjukkan konsistensi lembaga dalam menyediakan pendidikan tinggi yang kompeten dengan nilai-nilai Attaqwa serta menjadi pilihan masyarakat Bekasi untuk meraih gelar Sarjana dan Magisternya. “Saat ini Institut Attaqwa memiliki 3 fakultas dengan 5 program studi. Untuk menjadi Universitas, kami harus membuka fakultas umum yang setidaknya memiliki 2 program studi. Kami berencana menyediakan fakultas Ilmu Pendidikan dengan program studi, yakni: Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Bahasa Inggris untuk S1”, tambahnya. Melalui soft launching ini, Institut Attaqwa Bekasi berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia pendidikan, serta menjalin sinergi dalam mewujudkan cita-cita bersama. Berbekal dukungan dan komitmen yang kuat, Institut Attaqwa Bekasi siap memulai babak baru dalam perjalanan pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan menawarkan berbagai program yang dapat memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat dan memajukan kualitas akademik secara berkelanjutan.

Soft Launching Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Rektor Saiful: Transformasi Bukti Komitmen Wujudkan Sinergitas Unggul Read More »

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Gelar Soft Launching Pada Milad Attaqwa ke-68

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi sukses lakukan soft launching dalam rangkaian acara Milad Attaqwa ke-68 yang berlangsung di Masjid Attaqwa Pondok Pesantren Attaqwa Putra. Dengan dihadiri Pimpinan, Badan Pembina dan Pengawas Yayasan Attaqwa, Ulama dan Tokoh Masyarakat, serta PJ Bupati Bekasi Dr. H. Dani Ramdan, MT. Sebanyak 500 lebih santriwan dan santriwati ikut meramaikan acara tahunan tersebut pada Selasa (6/8). Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas hadiah indah yang diterima dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Penerbitan Keputusan Menteri Agama (KMA) perubahan bentuk lembaga dan perizinan penyelenggaraan program pascasarjana PAI menjadi sorotan utama. “Kami sangat bersyukur atas dukungan dan kepercayaan yang di berikan oleh Kementerian Agama. Penerbitan KMA ini merupakan langkah besar bagi Institut Attaqwa dalam memperluas kapasitas dan perannya di dunia pendidikan tinggi”, ujarnya. Lebih lanjut, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., juga menyampaikan bahwa pendaftaran mahasiswa baru untuk program Magister PAI sudah dibuka. Ini menjadi peluang bagi guru-guru di lingkungan Attaqwa untuk melanjutkan pendidikan dan meraih gelar S2-nya. Ia juga menekankan keseriusan Institut Attaqwa untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan yang sejalan dengan cita-cita KH. Noer Ali dalam menyediakan pendidikan tinggi yang berkualitas. Foto: Zaenal

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Gelar Soft Launching Pada Milad Attaqwa ke-68 Read More »

Mahasiswi PAI Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Cetak Prestasi di Kontes Modeling Rabbani

Mahasiswi Institut Attaqwa KH. Noer Alie kembali torehkan prestasi yang membanggakan. Lia Amalia, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), berhasil meraih gelar juara 1 dalam kontes modeling Mahasiswa Pilihan Rabbani. Bersama Ketua Prodi PAI Abdul Salam, MM., Lia menerima sertifikat penghargaan dan penyematan slempang dari pihak Rabbani pada Rabu (31/7). Lia mengikuti audisi secara online dengan mengirimkan video bakat yang memamerkan kemampuan mengaji dan membuatnya lolos ke tahap selanjutnya. Pada tahap kedua, Lia bersaing dengan 40 finalis lainnya dalam audisi tatap muka. Di sini, ia menunjukkan kemampuan public speaking yang memukau. Kemenangan Lia tidak hanya di tentukan oleh penampilannya dalam balutan busana muslim Rabbani, tetapi juga melalui voting di sosial media dan penilaian dari juri profesional. Kombinasi antara kecantikan, bakat, dan kepribadian yang menarik membuat Lia berhasil memikat hati para juri dan masyarakat. “Saya sangat bersyukur atas prestasi yang saya raih. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Terima kasih kepada Institut Attaqwa yang telah memberikan dukungan penuh kepada saya,” ujar Lia dengan penuh semangat. Ketua Prodi PAI Abdul Salam, MM., menyampaikan ucapan selamat kepada Lia. “Kami sangat bangga dengan prestasi yang ia raih. Lia Amalia menjadi bukti bahwa mahasiswa Institut Attaqwa memiliki kualitas yang tidak hanya diakui di lingkungan kampus, tetapi juga di tingkat nasional. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi,” ungkapnya. Dengan prestasi ini, Lia diharapkan dapat menjadi role model bagi generasi muda, khususnya mahasiswi muslimah. Ia membuktikan bahwa kecantikan dan prestasi dapat berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan nilai-nilai agama.

Mahasiswi PAI Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Cetak Prestasi di Kontes Modeling Rabbani Read More »

Workshop PPLK Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi: Implementasi Kurikulum Merdeka dan Jurnalistik Media

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi adakan workshop pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan Kependidikan bagi mahasiswa semester 7 pada Selasa (30/7). Kegiatan ini bertujuan dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Merdeka untuk prodi PAI dan meningkatkan kemampuan jurnalistik media untuk prodi KPI. Acara yang berlangsung di Aula Gedung A Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi ini menghadirkan dua pembicara yakni: Ahli Pendidikan SMAN 14 Kota Bekasi Dr. Harti Supriatin, S.Pd., M.Pd dan Praktisi Jurnalistik Dhanny Wahab. Dalam sambutannya, Rektor Institut Attaqwa Bekasi Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang matang sebelum melakukan proses pembelajaran dengan siswa-siswi di SMA. “Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas yang luas bagi tenaga pengajar. Namun, fleksibilitas ini harus diimbangi dengan perencanaan pembelajaran yang terstruktur dan inovatif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal,” ujarnya. Senada dengan Rektor Institut Attaqwa, Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Kh. Fadlurrahman, Lc., MA., menambahkan bahwa hasil belajar siswa tidak hanya melihat dari nilai akademik semata, melainkan juga dari output kompetensi yang siswa miliki. “Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan kompetensi siswa yang relevan dengan dunia kerja. Oleh karena itu, kalian para mahasiswa harus mampu merancang pembelajaran yang dapat mengasah kompetensi siswa secara holistik,” jelasnya. Sebagai narasumber, Dr. Harti Suprihatin, S.Pd., M.Pd., memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep, prinsip, dan implementasi Kurikulum Merdeka di lapangan. Beliau juga berbagi tips dan trik dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka. Sementara itu, Dhanny Wahab menyampaikan pentingnya melakukan adaptasi digital. Mahasiswa PPLK prodi KPI dituntut agar bisa mengoptimalkan platform digital dalam pengembangan skill untuk keperluan kerja. Tak hanya itu, pengetahuan dan siap dalam bekerja juga menjadi penentu suksesnya individu dalam bersaing di lingkup kerja yang lebih luas. Foto: Zaenal

Workshop PPLK Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi: Implementasi Kurikulum Merdeka dan Jurnalistik Media Read More »

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Seminar KKN-PM: Cegah Kenakalan Remaja Demi Wujudkan Generasi Berkualitas

Dosen Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi kembali adakan Seminar KKN-Pemberdayaan Masyarakat bersama mahasiswa di Masjid Nurul Iman Desa Sukamekar pada Sabtu (20/7). Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini sekaligus menjadi sosialisasi terakhir Dosen Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi dalam serangkaian program kerja mahasiswa semester 7 yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata. Dengan penyampaian materi oleh Dosen Prodi PAI H. Alamsyah Qolbi, MA., dan Dosen Prodi MBS Atmaja, S.H., M.Pd. Kepala Desa Sukamekar H. Jayadih yang hadir pada seminar tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini dan berharap dapat memberikan manfaat bagi para peserta, khususnya dalam mengatasi permasalahan kenakalan remaja di Desa Sukamekar. Maraknya kenakalan remaja saat ini menjadi sebuah kekhawatiran masyarakat dan memerlukan solusi untuk mencegah dan mengatasinya. Dalam paparan materinya, H. Alamsyah Qolbi, MA., menegaskan pentingnya peran orang tua untuk menangkal kenakalan remaja dengan membantu menanamkan nilai-nilai agama. “Agama mengajarkan kepada kita untuk selalu berbuat baik terhadap sesama tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Dengan menerapkan nilai-nilai agama dalam mendidik anak, dapat membantu mereka lebih dekat kepada sang ilahi. Hal ini menjadi fondasi kuat dalam menumbuhkan kecintaan terhadap agama di dalam diri mereka”, ujarnya. Sementara itu Atmaja S.H., M.Pd., menyampaikan bahwa perhatian dan kepedulian masyarakat menjadi salah satu faktor untuk mencegah kenakalan remaja. “Hal ini dapat dilakukan dengan adanya kegiatan positif melalui Ikatan Remaja Masjid dengan bimbingan para tokoh masyarakat. Selain itu dapat melibatkan para remaja dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti: kerja bakti dan acara Agustusan”, katanya. Seminar ini bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman kepada orang tua di Desa Sukamekar mengenai pentingnya pengawasan terhadap perkembangan anak. Juga menjadi sebuah bentuk komitmen Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi dalam mewujudkan moderasi beragama dan memberdayakan masyarakat.

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Seminar KKN-PM: Cegah Kenakalan Remaja Demi Wujudkan Generasi Berkualitas Read More »

Mahasiswa KKN Institut Attaqwa KH. Noer Alie Rayakan Tahun Baru Islam Bersama Masyarakat Desa Sukamekar

Menyambut Tahun Baru Islam 1446 H, mahasiswa KKN Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menggelar acara Gebyar Muharram bersama masyarakat Desa Sukamekar. Kegiatan ini merupakan program kerja gabungan antar Kelompok 2 dan 4 yang berlangsung di Masjid Nurul Iman pada Jum’at malam (19/7). Acara tersebut menampilkan beberapa penampilan anak-anak TPQ Nurul Iman, diantaranya: hafalan Juz Amma, pidato, nasyid, dan puisi berantai. Tak hanya itu, Kepala Desa Sukamekar H. Jayadih dan para perangkat desa, serta tokoh agama juga turut hadir yang menambah semangat para peserta. “Malam ini saya sangat mengapresiasi usaha dan kerja keras para mahasiswa Institut Attaqwa dalam membimbing dan membantu mengembangkan bakat anak-anak kami. Acara ini tentu saja menjadi salah satu cara meningkatkan moderasi beragama di Desa Sukamekar”, ujar H. Jayadih dalam sambutannya. Ketua panitia acara, Andre yang merupakan mahasiswa semester 7 Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas terlaksananya kegiatan ini. “Gebyar Muharram ini adalah hasil kerja keras seluruh anggota Kelompok 2 dan 4 yang berharap dapat memberikan dampak positif serta menjadi inspirasi untuk kegiatan-kegiatan KKN selanjutnya”, pungkasnya. Dengan semangat kebersamaan dan pendidikan, Gebyar Muharram kali ini selain menghibur juga menguatkan ikatan antara mahasiswa, anak-anak, dan masyarakat. Para mahasiswa berharap acara seperti ini dapat terus terlaksana secara rutin untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan menumbuhkan rasa cinta terhadap agama. Gebyar Muharram ini menjadi bukti bahwa dengan kerjasama dan dedikasi, setiap kegiatan dapat memberikan dampak positif yang luas dan mendalam.

Mahasiswa KKN Institut Attaqwa KH. Noer Alie Rayakan Tahun Baru Islam Bersama Masyarakat Desa Sukamekar Read More »