Uncategorized

Penguatan Ketahanan Spiritual Dan Ekonomi Keluarga Jadi Program Kerja Utama KKN Mahasiswa IAN

Mahasiswa semester 6 Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bersama dosen pembimbing Hj. Mimi Jamilah Mahya, M.IRKH. Kegiatan yang berlangsung di Musholla Al Muttaqin, Kampung Ceger, Dusun 1, Desa Segarajaya ini mengangkat tema “Penguatan Ketahanan Spiritual dan Ekonomi Keluarga Melalui Praktek Fadhail A’mal”. Ini merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata kelompok 1 pada Jum’at (20/6). Sasaran kegiatan meliputi ibu-ibu majelis taklim, pedagang, mahasiswa, serta ibu rumah tangga di lingkungan sekitar. Dalam penyampaiannya, Ustadzah Mimi menekankan pentingnya keseimbangan antara kekuatan rohani dan usaha ekonomi keluarga. “Ketika rohani terisi, hati menjadi tenang. Ketika hati tenang, rezeki datang dengan berkah”, ujarnya. Kegiatan semakin menarik karena adanya pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi. Selain memperkuat wawasan spiritual dan ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukatif yang membekas secara praktis dan emosional bagi warga. Tidak hanya itu, mahasiswa KKN juga memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan sosialisasi kampus Institut Attaqwa KH. Noer Alie kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui pembagian brosur kampus, dengan harapan dapat memperkenalkan lebih dekat profil kampus, program studi yang tersedia, dan semangat keilmuan Islam kepada generasi muda maupun para orang tua. Kegiatan PKM ini menjadi salah satu puncak program KKN yang mempertemukan antara nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan pengabdian sosial secara utuh dan aplikatif di tengah-tengah masyarakat.

Penguatan Ketahanan Spiritual Dan Ekonomi Keluarga Jadi Program Kerja Utama KKN Mahasiswa IAN Read More »

Jajaki Kerinci, Dosen Institut Attaqwa KH. Noer Alie Kenalkan Prodi MBS

Dosen Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Nurul Amin, M.Pd.I., mendaki Gunung Kerinci pada 19-25 September 2024. Ia mendaki bersama keempat temannya yang tergabung dalam Gabungan Pecinta Alam Attaqwa (GAPALA), yaitu H. Samsul Riadhi, Abd. Ghofur, Muhammad Qaddasa, dan Khoirul Anwar. Mengawali perjelanan pendakian pada hari Kamis dengan menaiki pesawat udara dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Perjalanan berlanjut selama delapan jam dengan menempuh jalur darat dari Kota Padang menuju Kabupaten Kerinci, Jambi. Setelah beristirahat dan mengikuti proses aklimatisasi selama satu hari, pada hari Sabtu mereka memulai pendakian. Pendakian dimulai dari Basecamp Kersik Tuo. Setelah menaiki mobil pick up menuju Pintu Rimba, para pendaki memulai trackingnya. Mereka melewati rute Pintu Rimba, Pos 1, Pos 2, Pos 3, Shelter 1, hingga Shelter 2 di tempat ini mereka berkemah. Pada hari berikutnya mereka melanjutkan pendakian menuju Shelter 3 dan melakukan summit hingga ke puncak Kerinci, 3.805 mdpl. Selama pendakian, Nurul Amin dengan antusias mengenalkan program studi Manajemen Bisnis Syariah IAN pada para pendaki lainnya. Selagi beristirahat, ia aktif mengajak pendaki lain berdiskusi mengenai pentingnya pendidikan berbasis syariah dalam dunia bisnis saat ini. “Kami ingin menunjukkan bahwa Manajemen Bisnis Syariah bukan hanya sekadar program studi, tetapi juga sebuah langkah untuk menciptakan pemimpin bisnis yang beretika dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia berharap, melalui kegiatan ini, lebih banyak generasi muda yang tertarik untuk menempuh pendidikan di bidang bisnis syariah dan berkontribusi pada perkembangan ekonomi yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Nurul Amin berencana untuk mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang, mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam promosi pendidikan sambil menikmati keindahan alam Indonesia. “Mendaki gunung mengajarkan seseorang untuk lebih bertaqwa kepada Allah SWT karena mensyukuri berbagai nikmat-Nya yang luar biasa. Seseorang pun akan menjadi lebih tawadu dan bertenggang rasa dengan sesama. Mendaki gunung membuat seseorang lebih menghargai pertemanan, silaturahmi, dan kebersamaan. Mendaki gunung membuat kita lebih menghargai lingkungan,” ucapnya menutup pembicaraan.

Jajaki Kerinci, Dosen Institut Attaqwa KH. Noer Alie Kenalkan Prodi MBS Read More »

Institut Attaqwa Gelar Sidang Munaqosah Gelombang 2, 41 Mahasiswa Semester Akhir Berebut Gelar

Institut Attaqwa KH. Noer Alie kembali menggelar sidang munaqosah. Sebanyak 41 mahasiswa semester akhir program studi Pendidikan Agama Islam dan Komunikasi Penyiaran Islam siap mempertanggung jawabkan hasil penelitian dan karya tulis mereka di hadapan tim penguji. Dalam sambutannya, Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd menyampaikan harapannya agar seluruh peserta sidang dapat meraih hasil yang memuaskan. “Saya berharap seluruh mahasiswa yang mengikuti sidang munaqosah kali ini dapat menunjukkan hasil yang terbaik atas karya tulisnya. Keberhasilan dalam sidang ini tidak hanya menjadi penanda kelulusan, tetapi juga menjadi bukti kemampuan kalian dalam melakukan penelitian dan menyusun karya ilmiah,” ujarnya. Lebih lanjut, Dr. H. Saiful Bahri Maih menekankan pentingnya keabsahan penelitian dan karya tulis yang dihasilkan. “Penelitian dan karya tulis yang kalian buat harus memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh peserta untuk fokus pada penjelasan yang akan kalian sampaikan selama pemaparan skripsi,” tegasnya. Para mahasiswa mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji yang terdiri dari dosen-dosen ahli di bidangnya masing-masing. Dengan terselenggaranya sidang munaqosah ini, diharapkan dapat melahirkan lulusan-lulusan yang berkualitas dan mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Foto: Zaenal

Institut Attaqwa Gelar Sidang Munaqosah Gelombang 2, 41 Mahasiswa Semester Akhir Berebut Gelar Read More »

Penutupan KKN, Rektor Institut Attaqwa: Desa Sukamekar Telah Bantu Laksanakan Tridharma Perguruan Tinggi

Masa pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi resmi berakhir. Pelaksanaan acara penutupan berlokasi di Masjid Nurussa’adah SMA Attaqwa 03 Desa Sukamekar, Kab. Bekasi pada Senin (22/7). Kepala MTs Attaqwa 14 Sukamekar Enin Hermawan, S.Pd.I., hadir sebagai perwakilan Yayasan Attaqwa 23 Cab. Sukamekar. Institut Attaqwa juga mengundang para siswa dan siswi SMA Attaqwa 03 Sukamekar sebagai ajang promosi lembaga yang sedang mambuka pendaftaran mahasiswa baru. Dalam sambutannya, Enin Hermawan, S,Pd.I., menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya kepada para mahasiswa KKN yang telah membantu memberdayakan masyarakat Desa Sukamekar selama satu bulan terakhir. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN Institut Attaqwa dalam memajukan desa kami. Banyak sekali program kerja yang telah dilaksanakan dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Enin juga mengatakan bahwa Desa Sukamekar akan selalu menerima mahasiswa Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi dalam pelaksanaan KKN. Sementara itu, Ketua Institut Attaqwa Dr. H. Saiful Bahri Maih M. Pd., mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh Aperatur Desa dan masyarakat Sukamekar yang telah membantu para mahasiswa melaksanakan kegiatan KKN. “Dengan terlaksananya kegiatan KKN ini, Desa Sukamekar telah membantu Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menjalankan salah satu pilar Tridharma Perguruan Tinggi”, ucapnya. Hal ini menjadi bukti komitmen lembaga dalam pengembangan perberdayaan masyarakat. Ia juga menyampaikan kepada para siswa dan siswi SMA Attaqwa 03 Sukamekar yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat segera mendaftarkan diri mereka di Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi. “Kami berharap agar lulusan SMA Attaqwa 03 Sukamekar dapat melanjutkan studi di Institut Attaqwa dan menjadi generasi penerus yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara,” ujar Ketua Institut Attaqwa KH. Noer Alie. Foto: Zaenal

Penutupan KKN, Rektor Institut Attaqwa: Desa Sukamekar Telah Bantu Laksanakan Tridharma Perguruan Tinggi Read More »

“Kamu Tetap Milikku” Open Pre-Order

Di tengah keramaian kota yang tak pernah tidur, cerita cinta antara Arga dan Ariel memperlihatkan bahwa takdir kadang memainkan peran tak terduga. Arga, seorang pemuda pekerja keras dengan impian besar bertemu Ariel, seorang wanita ceria dengan masa lalu yang rumit. Meskipun berasal dari dunia yang berbeda, mereka menemukan ikatan yang tak terelakan diantara kehidupan yang serba cepat dan tekanan yang tak terduga. Namun ketika rahasia yang tersembunyi mulai terungkap, cinta mereka diuji oleh cobaan yang menghancurkan. Dengan menggabungkan kehangatan emosional dan ketegangan yang memukau, novel ini menawarkan sebuah kisah tentang keberanian, pengampunan, dan kekuatan cinta yang tak terbantahkan. Karya: Aliya Pilhadamia (Mahasiswa Semester 8)

“Kamu Tetap Milikku” Open Pre-Order Read More »

Ketua Umum Yayasan Attaqwa: Wisudawan Angkatan XXIII Harus Jadi Sholeh Binafsihi dan Sholeh Lighairihi

Salah satu keinginan Almaghfurllah KH. Noer Ali, yaitu melihat para santri dan muridnya menjadi seorang yang terampil, berkarakter mulia, dan memiliki akademis yang baik. Sholeh binafsihi dan juga sholeh lighairihi.  Hal itu disampaikan Dr. KH. Irfan Mas’ud, Lc., MA., Ketua Umum Yayasan Attaqwa dalam sambutan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana XXIII STAI At-Taqwa Bekasi di Gedung Aula KH. Noer Alie Islamic Centre Bekasi, Selasa (19/9).  “Hari ini merupakan starting point bagi para calon wisudawan, karena setelah keluar dari gedung ini kalian harus pegang karakter yang baik, jaga sopan santun, jadi insan yang bermutu, dan terus menjadi cermin bagi almamater kalian”, ucapnya Irfan mengungkapkan rasa syukurnya atas komitmen STAI At-Taqwa yang terus berkiprah dalam mengabdi kepada masyarakat di wilayah Bekasi. Ia juga berharap kepada Kopertais Wilayah II Jawa Barat supaya dengan segera menerbitkan Surat Keputusan alih status menjadi institut yang telah diajukan oleh STAI At-Taqwa Bekasi, agar peningkatan mutu pendidikan dapat terus berjalan. Penulis: Farah Foto: Zaenal

Ketua Umum Yayasan Attaqwa: Wisudawan Angkatan XXIII Harus Jadi Sholeh Binafsihi dan Sholeh Lighairihi Read More »

STAI At-Taqwa Bekasi Resmi Miliki Ketua Baru

Sekolah Tinggi Agama Islam At-Taqwa Bekasi telah resmi memiliki ketua baru. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Attaqwa Nomor 039/YAT/SK/VII/2023 yang berisi tentang pengangkatan Dr. Saiful Bahri Maih, M.Pd. sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam At-Taqwa Bekasi pada Senin (17/7). Dengan masa khidmah terhitung sejak 17 Juli 2023 – 17 Juli 2028. Saiful menyampaikan rasa terimakasih kepada para dosen dan staff, serta memohon do’a dan dukungannya agar dapat menjalankan amanah mulia ini dengan sebaik-baiknya. “Saya harap kita semua dapat melanjutkan pembangunan STAI At-Taqwa Bekasi yang telah digarap oleh Almaghfurlah Dr. KH. M. Abid Marzuki, M.Ed menjadi semakin berkembang”, ucapnya. Setelah wafatnya Dr. KH. M. Abid Marzuki, M.Ed., STAI At-Taqwa Bekasi mengalami kekosongan kepemimpinan selama 14 hari. Penulis : Farah

STAI At-Taqwa Bekasi Resmi Miliki Ketua Baru Read More »

Wafatnya Ketua STAI At-Taqwa Bekasi, Keluarga Besar Adakan Penutupan Tahlil dan Do’a Bersama

Tepat tujuh hari berpulangnya Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam At-Taqwa Bekasi almarhum Dr. KH. M. Abid Marzuki, M.Ed, keluarga besar H. Anwar bin H. Layu adakan penutupan tahlil dzikir dan doa bersama. Acara ini dilaksanakan di Masjid Ghoiru Jami’ Al-Baqiyatissolihat Pondok Pesantren At-Taqwa Putri pada Ahad malam (9/7) Berlangsung pukul 20:00 WIB, acara ini dihadiri oleh bupati Bekasi periode 1998-2003 H. Wikanda Darmawijaya, walikota Depok Dr. KH. M. Idris Abdul Shomad, Lc., MA., guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Amsal Bachtiar, MA., ketua umum Yayasan At-Taqwa Pusat Bekasi KH. Irfan Mas’ud, Lc., MA., para pimpinan Yayasan Pondok Pesantren At-Taqwa dan STAI At-Taqwa Bekasi, serta para ulama dan tokoh masyarakat wilayah Babelan. Pembacaan yasin dipimpin oleh wakil pimpinan Pondok Pesantren At-Taqwa Putra bidang bahasa Ust. Abdul Fatah Khair, S.Thi. dan pembacaan dzikir dipimpin oleh KH. M. Adib Sholeh Al-Hafizh bin KH. M. Amin Noer, serta pembacaan doa takhdim dipimpin oleh KH. Ahmad Masirlah Iskan, Lc., Mpd berjalan dengan khidmat. Diakhiri dengan sambutan oleh walikota Depok Dr. KH. M. Idris Abdul Shomad, Lc., MA., dan ketua umum Yayasan At-Taqwa Pusat Bekasi KH. Irfan Mas’ud, Lc., MA. Idris mengatakan bahwa almarhum Abid merupakan teman yang baik. “Sahabat itu seperti bintang, tidak selalu terlihat tetapi selalu ada untuk kita. Begitulah Abid bagi saya”, tambahnya. Dirinya berharap semoga doa dan tahlil yang dipanjatkan oleh semua yang hadir malam itu, akan sampai kepada almarhum Abid. Sementara itu, Irfan menyampaikan bahwa almarhum Abid merupakan orang tua yang menjadi panutan baginya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Bekasi. “Almarhum Abid adalah orang yang concern dengan perkembangan masyarakat di wilayah Bekasi. Bahkan pesan terakhirnya kepada saya, ia meminta untuk tidak lupa akan 3 hal tentang bekasi, yaitu: patriot, satria, dan santri. Karena disini lahir para pejuang pendidikan yang besar”, ujarnya. Menurut Irfan, almarhum Abid tak hanya seorang guru tetapi juga motivator dan pemberi semangat bagi para muridnya. Seorang cendekiawan yang bukan saja alim, namun memiliki wawasan dan rihlah islamiyah yang begitu luas. Irfan juga mengungkapkan rasa syukurnya karena banyaknya jama’ah yang hadir, menunjukkan bahwa almarhum Abid adalah sosok yang sangat dicintai. Penulis : Farah Foto : Zaenal

Wafatnya Ketua STAI At-Taqwa Bekasi, Keluarga Besar Adakan Penutupan Tahlil dan Do’a Bersama Read More »

Jabar Saber Hoaks Bersama STAI At-Taqwa Bekasi Gelar Pelatihan Cek Fakta Mandiri

Tim Jabar Saber Hoaks Diskominfo Jawa Barat bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Taqwa Bekasi menggelar pelatihan cek fakta mandiri dan kampanye literasi digital di Aula Gedung A STAI At-Taqwa (16/5). Kegiatan ini merupakan serangkaian safari Tim Jabar Saber Hoaks dan juga sebagai program Pemerintah Jawa Barat dalam mengkampanyekan pentingnya pengetahuan literasi digital guna menyangkal penyebaran hoaks. Bertemakan Kejar Tabayyun (Keliling Jabar Belajar Literasi Baik Asyik dan Fun), acara ini dihadiri oleh Dosen dan Mahasiswa STAI At-Taqwa Bekasi serta teman-teman pelajar SMA, SMK, dan MA di wilayah Babelan. Dengan Narasumber Maghfur Ghazali, M.Si, Dosen STAI At-Taqwa dan R. Tommy Sutami, S.H, Ketua Divisi Pengelola Aduan dan Pengecekan Fakta Jabar Saber Hoaks. Maghfur mengatakan bahwa di era tahun politik ini, usia  19-21 tahun merupakan usia rentan menerima berita hoaks. “Zaman sekarang, masyarakat menerima berita dengan apa adanya karena dibarengi dengan hiburan tanpa tahu berita tersebut hoaks atau bukan.” ujarnya. Sementara itu, Tommy mengemukakan bahwa Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang ditargetkan untuk membentuk unit saber hoaks dalam waktu dekat. “Memasuki tahun politik 2024, penyebaran berita hoaks menjadi meningkat. Dengan adanya tim unit saber hoaks di Kabupaten Bekasi, penyebaran informasi palsu dapat diantisipasi.” katanya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan masyarakat khususnya generasi muda lebih cerdas dalam menyebarkan berita dan informasi yang diterima melalui internet. Penulis: Iza Foto: Farah

Jabar Saber Hoaks Bersama STAI At-Taqwa Bekasi Gelar Pelatihan Cek Fakta Mandiri Read More »

Kopertais Jabar: Perubahan Bentuk Menjadi Institut At-Taqwa Bersejarah

Kopertais Jabar: Perubahan Bentuk Menjadi Institut Attaqwa Bersejarah Koordinatoriat Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat melakukan visitasi dalam rangka Evaluasi Kelayakan Usul Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Agama Islam At-Taqwa menjadi Institut At-Taqwa Bekasi pada Jumat (12/5) di Gedung C STAI At-Taqwa. Wakil Koordinator Bidang Kelembagaan Kopertais II Wilayah Jawa Barat, Dr. Ujang Dedih, M.Pd. mengemukakan, perubahan bentuk menjadi Institut Attaqwa akan menjadi sejarah bagi warga Bekasi. Selain itu akan ada perbedaan keyakinan atau kepercayaan dari masyarakat terhadap lembaga perguruan tinggi jika sudah menjadi Institut. “Brand itu penting. Brand sekolah tinggi dengan institut itu berbeda. Keyakinan user atau masyarakat akan berbeda jika sudah menjadi institut,” katanya. Ia juga menambahkan, perubahan bentuk ini tidak hanya seremonial belaka. Namun yang paling penting adalah perubahan ke dalam dari segi ketersediaan sumber daya manusia, pelayanan, administrasi dan lain sebagainya. “Yang paling penting pembenahan ke dalam. Perubahan bentuk dibarengi dengan SDM dan pelayanan. Karena ada lembaga yang memang siap betul, ada juga yang punya keinginan saja tapi belum siap,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Sekretaris Kopertais II, Drs. Nasihudin, M.Pd. menyampaikan, setelah melihat proposal usulan perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi Institut, STAI At-Taqwa sudah memenuhi syarat. “Berdasarkan proposal usulan perubahan bentuk, secara substansi kami menyebutnya sangat memenuhi syarat atau SMS. Syarat dan rukun sudah terpenuhi,” ungkapnya. Dengan begitu, STAI At-Taqwa layak untuk melakukan perubahan bentuk menjadi Institut At-Taqwa Bekasi. Setelah evaluasi kelayakan, usulan perubahan bentuk akan dikirim ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk divalidasi. Setelah proses validasi, maka akan terbit surat izin perubahan bentuk. Ketua STAI At-Taqwa Dr. M. Abid Marzuki, M.Ed. menyampaikan rasa syukur atas hasil evaluasi kelayakan perubahan bentuk ini. Pihaknya menjadikan ini sebagai momentum pembenahan ke dalam yang akan dilakukan lembaga. “Tantangan kami selanjutnya adalah perbaikan dan pembenahan ke dalam. Terutama tentang ketersediaan SDM dan pelayanan,” ujarnya Penulis : Oby Foto : Zaenal

Kopertais Jabar: Perubahan Bentuk Menjadi Institut At-Taqwa Bersejarah Read More »