Author name: Attaqwa

Mahasiswa Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Terima Bantuan Beasiswa Cerdas Baznas Kab. Bekasi

Mahasiswa Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menerima beasiswa dari Program “Satu Keluarga Dhuafa, Satu Sarjana” yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bekasi. Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Drs. Dedy Supriyadi, MM., bersama Wakil Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, dalam acara BOTRAM Kabupaten Bekasi yang diadakan di Lapangan Sepak Bola Babelan. Dalam sambutannya, Sekda Kab. Bekasi Drs. Dedy Supriyadi, MM., mengungkapkan harapannya agar beasiswa ini dapat mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi dan menyelesaikan pendidikan dengan baik. “Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi motivasi bagi penerima untuk mencapai cita-cita,” ujarnya. Kegiatan BOTRAM ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta pejabat daerah, yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Dengan adanya program beasiswa ini, BAZNAS Kab. Bekasi berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan bagi mahasiswa dari kalangan dhuafa, sehingga mereka dapat memperoleh pendidikan yang layak dan berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa mendatang.

Mahasiswa Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Terima Bantuan Beasiswa Cerdas Baznas Kab. Bekasi Read More »

Jajaki Kerinci, Dosen Institut Attaqwa KH. Noer Alie Kenalkan Prodi MBS

Dosen Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Nurul Amin, M.Pd.I., mendaki Gunung Kerinci pada 19-25 September 2024. Ia mendaki bersama keempat temannya yang tergabung dalam Gabungan Pecinta Alam Attaqwa (GAPALA), yaitu H. Samsul Riadhi, Abd. Ghofur, Muhammad Qaddasa, dan Khoirul Anwar. Mengawali perjelanan pendakian pada hari Kamis dengan menaiki pesawat udara dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Perjalanan berlanjut selama delapan jam dengan menempuh jalur darat dari Kota Padang menuju Kabupaten Kerinci, Jambi. Setelah beristirahat dan mengikuti proses aklimatisasi selama satu hari, pada hari Sabtu mereka memulai pendakian. Pendakian dimulai dari Basecamp Kersik Tuo. Setelah menaiki mobil pick up menuju Pintu Rimba, para pendaki memulai trackingnya. Mereka melewati rute Pintu Rimba, Pos 1, Pos 2, Pos 3, Shelter 1, hingga Shelter 2 di tempat ini mereka berkemah. Pada hari berikutnya mereka melanjutkan pendakian menuju Shelter 3 dan melakukan summit hingga ke puncak Kerinci, 3.805 mdpl. Selama pendakian, Nurul Amin dengan antusias mengenalkan program studi Manajemen Bisnis Syariah IAN pada para pendaki lainnya. Selagi beristirahat, ia aktif mengajak pendaki lain berdiskusi mengenai pentingnya pendidikan berbasis syariah dalam dunia bisnis saat ini. “Kami ingin menunjukkan bahwa Manajemen Bisnis Syariah bukan hanya sekadar program studi, tetapi juga sebuah langkah untuk menciptakan pemimpin bisnis yang beretika dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia berharap, melalui kegiatan ini, lebih banyak generasi muda yang tertarik untuk menempuh pendidikan di bidang bisnis syariah dan berkontribusi pada perkembangan ekonomi yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Nurul Amin berencana untuk mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang, mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam promosi pendidikan sambil menikmati keindahan alam Indonesia. “Mendaki gunung mengajarkan seseorang untuk lebih bertaqwa kepada Allah SWT karena mensyukuri berbagai nikmat-Nya yang luar biasa. Seseorang pun akan menjadi lebih tawadu dan bertenggang rasa dengan sesama. Mendaki gunung membuat seseorang lebih menghargai pertemanan, silaturahmi, dan kebersamaan. Mendaki gunung membuat kita lebih menghargai lingkungan,” ucapnya menutup pembicaraan.

Jajaki Kerinci, Dosen Institut Attaqwa KH. Noer Alie Kenalkan Prodi MBS Read More »

Stadium General IAN Dan Universitas Billadisyam Mujamma Sheikh Ahmad Kuftaro Suriah: Bangun Sinergitas-Kualitas Pendidikan Islam.

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi berkolaborasi dengan Universitas Billadisyam Mujamma Sheikh Ahmad Kaftaro Suriah selenggarakan Stadium General dan Seminar Internasional dengan tema “Sinergi untuk IAN yang Unggul, Kompetitif, dan Transformatif”. Acara ini diadakan untuk mengeksplorasi dan memperdalam pemahaman tentang pengembangan kualitas pendidikan Islam yang unggul dan berkarkter. Berlangsung di Aula Yayasan Attaqwa pada Ahad (15/9), kegiatan ini menghadirkan 3 pembicara, yakni: Dr. H. Fadlurrahman, MA dari Institut Attaqwa, Prof. Dr. Hj. Nur Arfiyah Febriani, MA dari Universitas PTIQ Jakarta, dan Dr. Muhammad Sharif Al-Sawwaf dari University Sham Mujamma’ Sheikh Ahmad Kuftaro, Suriah. Dalam sambutannya Rektor IAN Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk mendukung Institut Attaqwa Bekasi dalam upayanya untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam dunia pendidikan tinggi, serta meningkatkan mutu kualitas kampus. “Kerjasama ini merupakan wujud nyata dari sinergi internasional yang dapat meningkatkan daya saing dan kualitas pendidikan di Institut Attaqwa,” ungkapnya. Sementara itu, para narasumber dalam seminar internsional memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya menjaga feminisme dan maskulinitas dalam Islam sebagai kunci untuk mencapai pribadi yang cerdas, unggul, dan bijak. Diskusi ini bertujuan untuk mendorong pemikiran kritis mengenai peran gender dalam Islam serta bagaimana penerapan nilai-nilai tersebut dapat membentuk pribadi Muslim yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan cara yang moderat dan berorientasi pada khidmat kepada umat. Dr. Muhammad Sharif Al-Sawwaf juga mengumumkan pemberian beasiswa bagi mahasiswa dan dosen IAN yang berminat menimba ilmu di universitas tersebut. “Menuntut ilmu itu bukan hanya untuk selembar ijazah, tetapi untuk memahami dan menerapkannya bagi kemaslahatan umat,” tegasnya. Menurut Dr. Muhammad Sharif Al-Sawwaf, IAN dan Yayasan Attaqwa telah bertransformasi dari sebuah pesantren menjadi institusi pendidikan modern. Melalui kolaborasi ini, ia berharap IAN dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, menciptakan sinergi global, dan menjadi pemain utama dalam dunia pendidikan Islam. Tidak hanya memperkuat hubungan antara IAN dan Universitas Billadisyam, acara ini juga membuka peluang baru bagi mahasiswa dan dosen untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi terus berkomitmen untuk menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Penulis: Farah Foto: Zaenal

Stadium General IAN Dan Universitas Billadisyam Mujamma Sheikh Ahmad Kuftaro Suriah: Bangun Sinergitas-Kualitas Pendidikan Islam. Read More »

Orasi Ilmiah Prof. Mahmud, Wisuda Sarjana XXIV: Menjadi Unggul melalui Perubahan Substansial dan Inovasi

Untuk mencapai keunggulan, sebuah institusi harus siap menghadapi tantangan dengan kemampuan kompetitif yang tinggi dan strategi yang matang. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan substansial dengan pendekatan berbasis teori serta landasan yang kuat. Hal ini disampaikan oleh Prof. dr. H. Mahmud, M.Si, Csee, Mce., Ketua Senat UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam orasi ilmiahnya pada Wisuda Sarjana XXIV Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Rabu (11/9). Menurutnya, langkah awal adalah melakukan analisis mendalam untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki. Setelah itu, penting untuk mencari solusi dan strategi perbaikan yang efektif. “Perubahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Perlu adanya penelitian mendalam tentang apa yang harus diperbaiki, bersamaan dengan pengembangan strategi untuk implementasinya. Selanjutnya, eksekusi dengan langkah-langkah terencana akan memastikan perbaikan berjalan dengan baik,” ungkap Prof. Mahmud. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan kerja sama tim yang solid sebagai kunci untuk membangun jaringan yang efektif. Prof. Mahmud percaya bahwa inovasi muncul dari kolaborasi yang baik, di mana ide-ide baru dapat berkembang dan diterapkan secara produktif. “Untuk menjadi unggul, kita harus melakukan inovasi. Ini berarti mengubah cara kerja, struktur organisasi, dan metode yang digunakan. Dengan tim yang kompak dan strategi yang jelas, IAN akan mampu mengimplementasikan inovasi yang membawa dampak positif,” tambahnya. Dengan semangat yang membara, Prof. Mahmud mengajak semua pihak di Institut Attaqwa untuk terus berkomitmen pada perubahan dan inovasi. Ia berharap bahwa langkah-langkah ini akan membantu IAN untuk mencapai visi dan misinya secara lebih efektif dan berdaya saing tinggi. Penulis: Farah Foto: Zaenal

Orasi Ilmiah Prof. Mahmud, Wisuda Sarjana XXIV: Menjadi Unggul melalui Perubahan Substansial dan Inovasi Read More »

Wisuda ke-24 Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi: Lahirkan Problem Solver Di Masyarakat.

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menyelenggarakan wisuda sarjana ke-24 di Gedung KH. Noer Alie Islamic Centre Bekasi pada Rabu (11/8). Sebanyak 72 wisudawan dan wisudawati dari prodi Pendidikan Agama Islam dan Komunikasi Penyiaran Islam menerima pemindahan tali toga. Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Yayasan Attaqwa, Dr. KH Irfan Masud Abdullah, Kasubdit Pendis Kemenag, Dr. Imam Buchori, Rektor UIN Sunan Gunung Jati sekaligus Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Prof. Dr. Rosihan Anwar, Mantan Bupati Bekasi H. Wikanda Darmawijaya, dan Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, CSEE, MCE yang menyampaikan Orasi Ilmiah. Dalam sambutannya, Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menyampaikan bahwa ini merupakan wisuda pertama sebagai sebuah Institut sekaligus menjadi langkah awal pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di lingkungan Attaqwa. “Banyak hal yang masih perlu ditingkatkan dalam perjalanan baru ini. Peningkatan kuantitas dan kualitas mahasiswa sangat penting sebagai penilaian elektabilitas kampus, tak hanya itu fasilitas juga manajemen administrasi serta akademik”, ujarnya. Ia menekankan kepada para wisudawan untuk selalu menerapkan nilai-nilai Islam di masyarakat sebagai lulusan perguruan tinggi yang membawa nama KH. Noer Alie. “Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan serangkaian tugas lnya sebagai mahasiswa selama 4 tahun ini. Saya sangat berharap agar kalian selalu menerapkan nilai-nilai Islam dalam bermasyarakat nanti, tunjukan dedikasi kalian yang dengan bangga membawa almamater Attaqwa dan nama KH. Noer Alie”, pungkas Rektor Saiful. Sementara itu, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, CSEE, MCE, dalam orasi ilmiahnya mengingatkan para wisudawan untuk senantiasa menjaga integritas dan terus berinovasi di tengah tantangan zaman. “Keberhasilan yang kalian raih hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang penuh tantangan. Dunia saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen moral yang kuat,” ujarnya. Prof. Mahmud juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membawa perubahan positif di masyarakat. Ia mengajak para wisudawan untuk tidak berhenti belajar, baik dari pengalaman maupun perkembangan teknologi. “Teknologi terus berkembang pesat, dan kalian harus bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Jadilah pionir dalam menciptakan solusi yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya. Wisuda ke-24 Institut Attaqwa ini menjadi momen istimewa, tidak hanya sebagai perayaan kelulusan, tetapi juga sebagai panggilan bagi para lulusan untuk memulai babak baru dalam kehidupan mereka, di mana mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengharumkan nama almamater serta membawa manfaat bagi bangsa dan agama. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh anggota Senat Attaqwa KH Noer Alie Bekasi, Dr H Aca Syathybie, MA mengiringi langkah para wisudawan menuju masa depan yang gemilang.

Wisuda ke-24 Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi: Lahirkan Problem Solver Di Masyarakat. Read More »

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Berpartisipasi Dalam PKM Kolaborasi, Tingkatkan Kerjasama Antar Perguruan Tinggi

Sebagai bentuk pengembangan program berkelanjutan, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi berpartisipasi dalam Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaborasi 4 di Desa Wisata Lebakmuncang, Kec. Ciwidey, Kab. Bandung. Kegiatan ini merupakan program gabungan Universitas Persada Indonesia Y.A.I di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah 3 dan 4. Sebanyak 146 dosen dari 47 perguruan tinggi siap mengikuti program pengabdian yang akan berlangsung pada 6 – 7 September 2024. Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi mengirimkan 5 dosen, yakni: dosen prodi PAI Hj. Hunaidah, S.Ag., M.Pd.I , dosen prodi KPI Hj. Miftahussa’adah, M.Irkh, dosen prodi MBS Hilwa Murdiyanti, M.Pd, dosen prodi MD Mawaddah Warohmah, M.Pd, dan Ketua LPM Hj. Ade Naelul Huda, P.hd. Kegiatan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal ini, berfokus pada pengembangan keterampilan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Wisata Lebakmuncang. “Peningkatan Wawasan Guru SD dalam Mencegah Perilaku Perundungan Berbasis Penguatan Karakter Siswa” menjadi salah satu topik pembahasan. Ini sejalan dengan tema besar pengabdian, yang mencakup berbagai kelompok dengan tugas spesifik sesuai topik yang diberikan oleh panitia dari Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Selain pengabdian, peserta juga terlibat dalam berbagai fun games, diskusi, serta pelatihan alat musik tradisional. Acara ditutup dengan trekking menuju Bukit Tugu, serta lomba menangkap ikan di kolam yang menambah keseruan dan interaksi antar kelompok. Kegiatan ini menghasilkan berbagai luaran, termasuk publikasi di media massa, artikel di jurnal nasional terindeks Sinta, 10 buku (book chapter) dari peserta, serta kerjasama antar perguruan tinggi dengan pemerintah desa. Dokumentasi kegiatan juga dipublikasikan melalui berbagai media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat dijadikan dasar dalam penyusunan proposal Hibah Pengabdian Masyarakat DRTPM Kemdikbud tahun 2025, yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah lokal dan mendukung pembangunan desa melalui kolaborasi pendidikan dan masyarakat.

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Berpartisipasi Dalam PKM Kolaborasi, Tingkatkan Kerjasama Antar Perguruan Tinggi Read More »

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Adakan Seminar KKN-PM: Tangkal Judi Online Dengan Moderasi Beragama

Tingkatkan pengabdian kepada masyarakat, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi menggelar seminar KKN-Pemberdayaan Masyarakat bersama mahasiswa. Kesempatan kali ini mengangkat tema “Moderasi Beragama Dalam Menyikapi Judi Online”. Acara ini menghadirkan 4 dosen lintas prodi Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, dosen prodi PAI Hj. Tuti Alawiyah, MA., dan Hj. Rifqiyati Mas’ud, MA., serta Dosen prodi KPI Hj. Miftahusaadah Wardi, M.IRKH., dan Maghfur Ghazali, M.Si. Kepala Desa Sukamekar, H. Jayadih beserta perangkat desa, tokoh agama, dan masyarakat setempat juga hadir dalam kegiatan tersebut. Seminar ini berlangsung pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB pada Kamis (18/7). Maraknya judi online di kalangan masyarakat memunculkan pandangan dari berbagai sudut. Dosen PAI Hj. Tuti Alawiyah, MA., menjelaskan judi online dari sudut Ilmu Tafsir yang menekankan perlunya pemahaman tentang ajaran agama untuk menghindari praktik terlarang. Hj. Rifqiyati Mas’ud, MA., membahas mengenai judi online dari aspek fiqih dan bagaimana hukum Islam memandangnya dalam konteks modern. Sementara itu, Dosen sekaligus Ketua Prodi KPI Hj. Miftahussa’adah Wardi, M.IRKH., memaparkan urgensi dakwah yang efektif sebagai sikap untuk menghadapi isu-isu kontemporer. Sedangkan Maghfur Ghazali, M.Si., menyampaikan bagaimana bentuk strategi komunikasi yang baik dalam penyebaran pesan-pesan agama Seminar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Sukamekar, Bekasi, dalam memahami dan mengatasi masalah judi online dengan pendekatan yang moderat dan sesuai dengan ajaran agama Islam. Foto: Zaenal

Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi Adakan Seminar KKN-PM: Tangkal Judi Online Dengan Moderasi Beragama Read More »

“Kamu Tetap Milikku” Open Pre-Order

Di tengah keramaian kota yang tak pernah tidur, cerita cinta antara Arga dan Ariel memperlihatkan bahwa takdir kadang memainkan peran tak terduga. Arga, seorang pemuda pekerja keras dengan impian besar bertemu Ariel, seorang wanita ceria dengan masa lalu yang rumit. Meskipun berasal dari dunia yang berbeda, mereka menemukan ikatan yang tak terelakan diantara kehidupan yang serba cepat dan tekanan yang tak terduga. Namun ketika rahasia yang tersembunyi mulai terungkap, cinta mereka diuji oleh cobaan yang menghancurkan. Dengan menggabungkan kehangatan emosional dan ketegangan yang memukau, novel ini menawarkan sebuah kisah tentang keberanian, pengampunan, dan kekuatan cinta yang tak terbantahkan. Karya: Aliya Pilhadamia (Mahasiswa Semester 8)

“Kamu Tetap Milikku” Open Pre-Order Read More »

Visitasi Transformasi Institut, Kasubdit Rouf: Cita-Cita STAI Attaqwa Bekasi Segera Terwujud

Dalam upaya meningkatkan dan membantu pemerintah mencerdaskan anak-anak bangsa, Kementerian Agama RI menerbitkan Peraturan Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2023. PMA ini berisi tentang Pendirian, Perubahan, dan Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Keagamaan Swasta yang memudahkan penyelenggara pendidikan tinggi melakukan pengembangan. Ini membantu Sekolah Tinggi Agama Islam Attaqwa Bekasi dalam mewujudkan perubahan bentuk menjadi Institut Attaqwa KH. Noer Ali Bekasi. Kasubdit Kelembagaan Dan Kerjasama Kemenag RI Abdul Rouf, S.Fil.I., M.Kesos., menyampaikan hal tersebut dalam Visitasi Perubahan Bentuk STAI Attaqwa Bekasi pada Jum’at (22/3). “Kami sangat mendukung dan tentu saja akan membantu STAI Attaqwa Bekasi untuk mewujudkan tranformasi ini. Adanya PMA ini memberikan peluang besar bagi setiap perguruan tinggi keagamaan swasta untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas”, ucapnya. Rouf juga mengatakan bahwa perubahan ini bukan semata untuk memenuhi kepentingan internal, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat demi mendapatkan dan menempuh pendidikan tinggi yang layak. Ia berharap dengan semangat STAI Attaqwa Bekasi untuk bertranformasi dibarengi dengan tata kelola yang baik, dapat mewujudkan cita-cita lama menjadi sebuah kenyataan. “Hasil assesmen akan langsung kami follow up kepada pimpinan dan semoga STAI Attqwa Bekasi dapat segera menjadi Institut Attaqwa KH. Noer Ali Bekasi”, tuturnya.

Visitasi Transformasi Institut, Kasubdit Rouf: Cita-Cita STAI Attaqwa Bekasi Segera Terwujud Read More »

Awali Langkah Transformasi Menjadi Institut, STAI Attaqwa Bekasi Terima Kunjungan Visitasi Diktis Kemanag RI

Sekolah Tinggi Agama Islam Attaqwa Bekasi kembali menerima kunjungan Tim Assesmen Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam KEMENAG RI pada Jumat (22/3). Kunjungan kali ini dalam rangka penilaian dan validasi persyaratan proses perubahan STAI Attaqwa Bekasi menjadi Institut At-Taqwa KH. Noer Ali Bekasi. Kegiatan ini mengundang Ketua Yayasan Attaqwa Dr. KH. Irfan Mas’ud MA., dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Attaqwa Dr. KH. Abdul Jabar Majid, MA. Ketua STAI Attaqwa Bekasi Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa STAI Attaqwa Bekasi ingin mengembangkan prodi-prodi yang lebih banyak dan bervariasi. “Keinginan untuk melakukan perubahan bentuk menjadi Institut ini semata-mata karena ingin mewujudkan kebutuhan masyarakat dalam menempuh pendidikan tinggi sesuai minatnya. Sekaligus menghasilkan lulusan yang lebih relevan”, ucapnya. Tak hanya itu, Ketua Yayasan Attaqwa Bekasi Dr. KH. Irfan Mas’ud MA., juga menyampaikan bahwa transformasi bentuk ini dapat membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. “Dengan terwujudnya perubahan bentuk menjadi Institut ini dapat memberikan opsi bagi para santriwan dan santriwati lulusan Pondok Pesantren Attaqwa untuk melanjutkan pendidikan tinggi mereka di Institut Attaqwa KH. Noer Ali”, katanya.

Awali Langkah Transformasi Menjadi Institut, STAI Attaqwa Bekasi Terima Kunjungan Visitasi Diktis Kemanag RI Read More »